Pertanian di Perbatasan Sebagai Beranda Negara

Pertanian di Perbatasan Sebagai Beranda Negara
SAMBUT PRESIDEN: Ratusan murid SD saat menyambut iring-iringan rombongan Presiden Jokowi yang melintas di Abepura menuju daerah perbatasan RI-PNG di Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Selasa (9/5). Ilustrasi : Elfira/Cendrawasih Pos

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Jokowi – JK telah menetapkan pembangunan wilayah perbatasan sebagai salah satu agenda prioritas kebijakannya.

Dalam nawacita pemerintah Jokowi - JK disebutkan pemerintah akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Salah satu sektor yang menjadi fokus pembangunan di wilayah perbatasan adalah sektor pertanian.

Sektor ini dinilai bisa menghasilkan nilai tambah tinggi bagi masyarakat.

Untuk itu, langkah-langkah terobosan dilakukan pemerintah agar sektor pertanian bisa turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan.

Sebagai upaya membangun pertanian di wilayah perbatasan, Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan berbagai strategi dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan.

“Komoditas yang dikembangkan di setiap kawasan akan disesuaikan dengan kondisi wilayah dan aksesbilitas lokasi serta ketersediaan sumber daya lahan dan air," ujar Plt. Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Suwandi.

Program pembangunan pertanian di wilayah perbatasan ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman.

Pemerintah Jokowi – JK telah menetapkan pembangunan wilayah perbatasan sebagai salah satu agenda prioritas kebijakannya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News