Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV Butuh Sokongan Percepatan Belanja APBN

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV Butuh Sokongan Percepatan Belanja APBN
Nilai tukar (kurs) rupiah. Foto: Ricardo/JPNN.com

Faisal memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh di angka 5,17 persen pada 2022 dengan inflasi sebesar 6,27 persen.

"Dengan permintaan domestik yang sehat, pertumbuhan ekspor yang kuat, kondisi fiskal, dan manajemen covid-19 yang solid, kami mempertahankan perkiraan kami bahwa ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh sebesar 5,17% pada tahun 2022, meningkat dari 3,69% pada tahun 2021," tambah Faisal.

Menurutnya, pemerintah terbukti mampu mengurangi tekanan inflasi terhadap konsumsi secara keseluruhan akibat kenaikan harga BBM bersubsidi pada 22 September.

Kinerja ekspor komoditas utama juga terus menghasilkan pendapatan ekspor dan pendapatan fiskal, sehingga memungkinkan pemerintah untuk mempertahankan bantuan sosial dan transfer tunai, sambil tetap mengurangi defisit anggaran menuju konsolidasi fiskal pada tahun 2023.

"Dengan fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kokoh dengan latar belakang meningkatnya risiko resesi ekonomi global tahun depan. Di tengah normalisasi moneter global yang agresif untuk memerangi inflasi yang masih tinggi, kami melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia turun tipis menjadi 5,04% pada tahun 2023," pungkas Faisal.(fri/jpnn)

Dua sektor pendorong pertumbuhan ekonomi, yaitu dari transportasi dan pergudangan. Selain itu wisatawan mulai masuk dan kebutuhan belanja terus meningkat.


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News