JPNN.com

Pesan dari Bu Mega untuk Kader PDIP demi Eri-Armuji di Pilkada Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2020 – 22:11 WIB
Pesan dari Bu Mega untuk Kader PDIP demi Eri-Armuji di Pilkada Surabaya - JPNN.com
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memimpin rapat konsolidasi organisasi internal partai pemenangan pilkada Kota Surabaya dan Kabupaten Pacitan di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (23/10). Foto: Humas DPP PDIP for jpnn.com

jpnn.com, SIDOARJO - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berpesan kepada kader-kadernya di Surabaya tidak terlena oleh pengalaman memenangi pemilu selama dua kali berturut-turut.

Megawati menyampaikan pesannya melalui Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang membuka rapat konsolidasi internal untuk pemenangan Pilkada Surabaya dan Kabupaten Pacitan di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (23/10).

"Salam dari Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri. Beliau selalu mengingatkan bahwa seluruh anggota dan kader partai tidak boleh terlena akibat kemenangan pemilu dua kali-berturut-turut," ucap Hasto.

Terlihat hadir dalam rapat konsolidasi itu antara lain Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi dan Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana. Ada pula sejumlah anggota DPR dari Fraksi PDIP, di antaranya Johan Budi SP dan Indah Kurnia.

Hasto menambahkan, elan kader-kader banteng harus makin berkobar. "Terlebih tantangan ideologis maupun kehidupan berbangsa dan bernegara yang tidak ringan akibat pandemi Covid-19," sambungnya.

Saat ini PDIP mengusung duet Eri Cahyadi-Armuji di Pilkada Kota Surabaya. Rivalnya ialah Machfud Arifin-Mujiaman yang diusung koalisi Golkar, Gerindra, PKB, PKS, PAN, Partai Demokrat, NasDem dan PPP.

Namun, Hasto mengingatkan kader-kader PDIP di Surabaya tak ciut nyali menghadapi rival yang didukung modal dan koalisi besar. "Jangan pernah gentar, karena sejarah partai kita adalah sejarah perjuangan bersama rakyat," tegas Hasto.

Hasto menegaskan bahwa penentu utama kemenangan adalah sejauh mana struktur partai dan jejaring sukarelawan bekerja di tengah rakyat. Politikus kelahiran Yogyakarta itu lantas mencontohkan Bung Karno yang memperjuangan kemerdekaan Indonesia bukan dengan dana di tangan.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara