Pesan untuk Pak Bur: Jaksa Agung Bukan Sekadar Jabatan Publik Tetapi juga Politis

Pesan untuk Pak Bur: Jaksa Agung Bukan Sekadar Jabatan Publik Tetapi juga Politis
Jaksa Agung ST Burhanuddin. Foto : Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung menggelar pisah sambut jaksa agung dari M Prasetyo kepada ST Burhanuddin, di kantor Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejagung, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (28/10). 

Prasetyo dan Burhanuddin hadir bersama istri dan keluarga masing-masing, membaur bersama para pejabat dan pegawai Korps Adhyaksa.

Dalam pisah sambut itu, sempat diputarkan pula video karier dan Prasetyo dalam menjalankan tugasnya sebagai jaksa. Prasetyo dan Burhanuddin, juga bertukar cenderamata.

Dalam sambutannya, Prasetyo mengaku bersyukur karena institusi kejaksaan kembali dipimpin oleh orang dalam atau internal.

Dia pun berpesan kepada penggantinya bahwa jaksa agung bukanlah sekadar jabatan publik.

 

Prasetyo menambahkan sebagai pejabat publik rasanya bisa ditempuh melalui jalur birokrasi ketika prestasinya baik. Namun, ujar Prasetyo, kalau jabatan politis maka suka atau tidak setidaknya harus ada komunikasi politik.

“Saya dulu berjuang melalui sebuah partai memang, saya akui secara terbuka dan tidak perlu saya sembunyikan, tetapi ketika saya dipilih sebagai jaksa agung saya diberhentikan dari partai saya,” tegasnya.

M.Prasetyo dan Jaksa Agung ST. Burhanuddin bertukar cenderamata saat acara pisah sambut di kejaksaan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News