Pesawat Mendarat Darurat di Pantai Ocarina Batam

Pesawat Mendarat Darurat di Pantai Ocarina Batam
Warga menonton pesawat latih Airfast yang mendarat darurat di Pantai Ocarina, Batamcentre, Sabtu (10/3). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

Selain itu di Pantai Ocarina tak begitu ramai dilintasi kapal laut dan pertimbangan terpenting, di Pantai Ocarina memiliki teluk yang aman untuk digunakan landing pesawat di perairan.

"Semua penumpang berjumlah delapan orang WNA selamat. Begitu juga dua kru pesawat. Saat ini teknisi dari Airfast Indonesia sedang mengecek engine pesawat serta memperbaiki sistem hidrolik roda pendaratan atau landing gear pesawat di perairan Ocarina," terang Suwarso.

Delapan penumpang sendiri, begitu mendara di perairan Ocarina, langsung diantar ke Pelabuhan Internasional Batam Centre kembali ke Singapura.

Pesawat carter Airfast Indonesia yang bermarkas di Bandara Hang Nadim Batam sendiri sudah dua bulan menerbangi rute Bandara Hang Nadim Batam-Pulau Bawah.

Delapan penumpang yang kesemuanya WNA ini berkumpulnya di Singapura. Pesawat tersebut sudah dipesan oleh salah satu perusahaan di Singapura untuk mengangkut WNA di Singapura yang hendak menikmati panorama di Pulau Bawah melalui Bandara Hang Nadim Batam.

"Delapan penumpang ini dari Singapura menyeberang ke Batam menggunakan feri. Sampai di Batam, oleh pihak Airfast Indoneisa dijemput ke Bandara Hang-Nadim Batam dan diantar terbang menuju Pulau Bawah. Delapan penumpang inilah yang menyewa pesawat amfibi Airfast Indonesia melalui salah satu perusahaan atau biro perjalanan di Singapura," ujar Suwarso mengakhiri. (gas)


Sebuah pesawat amfibi Airfast Indonesia jenis twin outer mendarat darurat di pantai Ocarina, Batam, Kepri, Sabtu (10/3) sekitar pukul 13.20 WIB.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News