Pet, Nyerempet Sejarah Topi Copet

Pet, Nyerempet Sejarah Topi Copet
Para loper koran dengan topi copet. Foto: Capture Gentlemans Gazette.
Menariknya, Hendri tak hanya paham aneka model flat cap. Dia juga lihai menceritakan sejarah topi tersebut.

 

Flat cap yang mulanya identitas rakyat jelata, kemudian hari naik kelas,” katanya. “Pangkal mulanya ketika pemerintah Inggris mengeluarkan kebijakan meningkatkan penggunaan wol, karena over produksi era revolusi industri.”

 

Pemerintah Inggris menyeru peningkatan produksi industri dengan bahan dasar wol pada 1571, dan mewajibkan warganya menggunakan topi wol tiap hari Minggu. Yang melanggar kena denda.

 

“Sejak itu flat cap menjadi bagian dari stelan orang banyak. Tak hanya kalangan rakyat jelata. Nah, paska kebijakan itu berakhir pada 1597, karena terlanjur suka, flat cap tetap bertengger di kepala,” paparnya.

 

DI negeri asalnya, topi jenis ini disebut newsboys. Ciri khas anak-anak penjaja koran. Di perantauan, topi ini beragam nama. Yang paling atraktif di Indonesia; topi copet.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News