Petambak Garam Kaya Mendadak, Sekali Panen Bisa Raup Rp 300 Juta

Petambak Garam Kaya Mendadak, Sekali Panen Bisa Raup Rp 300 Juta
Petambak sedang mempersiapkan garam untuk dikirim ke pembeli. Foto: SAKINAH/FAJAR

Menurutnya, membudidayakan garam tidak semudah yang dilihat. Sebab harus disertai dengan kesabaran dan doa. Kunci keberhasilan panen garam terletak pada kesabaran.

Karena, menurutnya, proses pembuatan garam terbilang sulit. Sebab jika tiba-tiba hujan maka dipastikan hasilnya berkurang ataupun tidak ada sama sekali.

Ia juga mengaku sangat heran dan kaget dengan naiknya harga garam sekarang. Tidak pernah terjadi sejak ia mengolah garam.

Makanya, ia kemudian langsung menggunakan uang hasil panen garam untuk mendaftarkan keempat anaknya ke Tanah Suci, untuk menunaikan ibadah haji.

"Tidak pernah kita rencanakan sebelumnya, tetapi tiba-tiba harga garam naik. Alhamdulillah hasilnya saya langsung pakai daftar haji untuk anak-anak saya," bebernya.

Baginya, panen garam tahun ini adalah suatu keberkahan yang sangat patut untuk disyukuri. Salah satu bentuk syukurnya dengan mendatar haji untuk keempat anaknya.

"Setelah ada pembeli garam, uang hasil jualan itu saya tidak simpan-simpan lagi, langsung saya bawa ke bank untuk daftar haji. Baru ada lebihnya saya simpan. Karena tiap hari juga saya pakai untuk membayar upah pekerja yang mengangkat garam dari gudang ke kontainer," ujarnya.

Muli, warga Kampung Bonto Nompo, Kelurahan Bori Masunggu, mengakui, di sekitar tempat tinggalnya sudah belasan, bahkan puluhan petambak garam yang hasil panen bulan ini, langsung digunakan untuk mendaftar haji.

Sudah beberapa pekan harga garam melambung tinggi. Para petambak mendapatkan keuntungan besar. Mereka mendadak kaya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News