Anies Yakin Indonesia Tak Perlu Impor Garam, tetapi Butuh Keseriusan

Anies Yakin Indonesia Tak Perlu Impor Garam, tetapi Butuh Keseriusan
Calon Presiden RI nomor urut 1 di Pilpres 2024 Anies Baswedan di Swasana Lippo Kuningan Grand Ballroom, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (27/12). Foto: Ryana Aryadita/JPNN.com

jpnn.com, BANYUWANGI - Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan berkomentar terkait Indonesia yang hingga saat ini masih mengimpor garam dari negara lain padahal memiliki lautan yang luas.

"Konsumsi garam pertahun kita itu rata-rata sekitar 1,5 juta ton per tahun, nah produksi kita ini menurun apalagi dalam tiga tahun terakhir ini," kata Anies di acara Desak Anies di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (28/12).

Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu lantas memaparkan data yang mana Indonesia pada tahun 2019 masih memproduksi 2,5 juta ton, tetapi di 2022 turun menjadi 0,8 juta ton.

"Ada penurunan signifikan. Nah yang ada standar natriumnya itu masih kurang dari 94 persen, sementara yang kita boleh konsumsi di atas 94 persen," jelas Anies.

Menurut Anies untuk membenahi hal tersebut bukan suatu hal yang rumit, tetapi membutuhkan sebuah keseriusan.

"Pertama, banyak teknologi baru yang bisa dipakai untuk produksi garam, jangan para pegiat dibiarkan begitu saja tanpa dibantu teknologi terbaru. Kedua, kolaborasi dengan lembaga-lembaga penelitian yang bisa menciptakan inovasi untuk teknologi pemanenan garam," tukas Anies.

"Pemerintah juga harus ada insentif ekstra kepada pelaku di bidang garam supaya mereka mau berusaha di bidang ini. Insetif itu artinya ada bantuan keuangan supaya produksi garam kita meningkat dan tidak perlu impor," pungkasnya. (jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

Menurut Anies untuk membenahi hal tersebut bukan suatu hal yang rumit namun membutuhkan sebuah keseriusan


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : JPNN.com

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News