JPNN.com

Petani Sulteng Surplus Beras Meski Pandemi COVID-19

Minggu, 12 April 2020 – 17:03 WIB
Petani Sulteng Surplus Beras Meski Pandemi COVID-19 - JPNN.com
Petani memanen padi dengan menggunakan alsintan. Foto: Humas BPPSDMP Kementan

jpnn.com, SULTENG - Penyebaran wabah COVID-19 yang makin meluas, tidak membuat petani di Provinsi Sulawesi Tengah takut turun ke sawah. Mereka justru makin bersemangat melakukan aktivitasnya di sawah untuk penuhi stok pangan di Provinsi Sulteng. Bahkan Sulteng mampu surplus beras ditengah pandemi COVID-19.

Semangat petani ini sejalan dengan yang disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, bahwa sektor pertanian menjadi harapan, tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi COVID-19.

"Tanggung jawab penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian (Kementan) dan semua pelaku pembangunan pertanian," tegas Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menambahkan, di masa pandemi COVID-19, petani adalah pejuang untuk melawan COVID-19. Karena dengan petani panen, maka pangan akan selalu ada sebagai imunitas utama untuk melawan COVID-19.

“Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. Saat ini pejuang melawan COVID-19 bukan hanya dokter, perawat dan tenaga medis tapi juga seluruh insan pertanian yang bahu membahu menyediakan pangan bagi seluruh masyarkat. Pertanian tidak boleh berhenti apapun yang terjadi," ujar Dedi.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Trie Iriany membenarkan penyuluh dan petani di wilayahnya semangat berjuang mengejar tanam dan sekarang hasilnya tidak sia-sia.

“Saat COVID-19 ini masuk ke Indonesia, Sulteng sudah menyiapkan stok pangan, bahkan dari luas tanam tiga bulan sebelumnya kami masih surplus beras sampai dengan bulan Juni sebesar 94.981 ton," kata Trie.

Di tempat terpisah Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Morowali, Andi Irman juga mengatakan bahwa stok persediaan beras di Morowali sebagai bahan pangan pokok utama sangat cukup.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
jlo