Petualangan Helg Sgarbi, si Don Juan Eropa

Mengaku Agen Rahasia, Incar Target di Hotel atau Spa Mewah

Petualangan Helg Sgarbi, si Don Juan Eropa
Helg Sgarbi Foto: periodistadigital.com
KIPRAH Helg Sgarbi sebagai gigolo papan atas berakhir gara-gara berusaha memeras wanita terkaya di Jerman. Selalu mempelajari dengan cermat profil calon korban sebelum beraksi.

SIAPA sangka pria yang hadir di pengadilan Munich Senin lalu (9/3) itu adalah seorang "pemangsa wanita" kelas kakap Eropa. Wajahnya tirus dan berkacamata, posturnya tinggi tapi kurus. Jauh dari kesan macho atau maskulin yang selama ini menjadi penanda paling gampang seorang gigolo.

Tapi, memang benar kata pepatah, jangan pernah menilai buku dari sampulnya. Dengan penampilan yang lebih mirip akademisi itu, Helg Sgarbi, pria itu, sukses menyinggahi hati para wanita kaya di Benua Biru. Dari para korbannya itulah pria Swiss berusia 44 tahun tersebut bisa mengantongi uang mencapai 9 juta Euro (sekitar Rp 135 miliar).

Rahasianya? "Dia sangat mempesona dan penuh perhatian," aku Susanne Klatten, korban terakhir Sgarbi, kepada kepolisian Munich, sebagaimana dikutip Daily Mail. 

7,5 juta Euro (Rp 112,5 miliar) di antaranya dia kantongi dari Klatten, wanita terkaya di Jerman. Sgarbi dengan mulut manisnya berbohong kalau dia baru saja menabrak seorang putri mafia di Florida. Sang bapak, kata Sgarbi, meminta dia menebus nyawa anaknya dengan uang 10 juta Euro (Rp 150 miliar).

KIPRAH Helg Sgarbi sebagai gigolo papan atas berakhir gara-gara berusaha memeras wanita terkaya di Jerman. Selalu mempelajari dengan cermat profil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News