JPNN.com

Petugas Imigrasi Sidak PT San Hai, Para TKA asal Tiongkok Kabur ke Hutan

Sabtu, 09 Maret 2019 – 17:04 WIB Petugas Imigrasi Sidak PT San Hai, Para TKA asal Tiongkok Kabur ke Hutan - JPNN.com

jpnn.com, BATAM - Sejumlah tenaga kerja asing (TKA) ilegal dari Tiongkok kabur ke hutan saat tempat kerja mereka di PT San Hai disidak petugas Kantor Imigrasi Kelas II Batam, Kepri, Jumat (8/3).

Ada lebih dari 20-an pekerja yang melarikan diri untuk menghindari pemeriksaan petugas Imigrasi.

"Sempat ada kejar-kejaran tadi. Kami kaget pikirnya ada maling, rupanya orang itu (pekerja PT San Hai) yang kabur takut sama orang imigrasi," ujar Ed, seorang pekerja galangan yang berdekatan dengan PT San Hai saat dijumpai di luar kawasan perusahaan, Jumat (8/3).

Aksi kejar-kejaran ini berlangsung cukup lama sebab sampai jam makan siang, petugas masih menyisir kawasan hutan bakau untuk mencari pekerja asing yang kabur tadi.

Baca juga: Video Rombongan Tenaga Kerja Asing Tiba di Bandara, Viral di Medsos

"Sampai kami keluar makan siang ini, petugas masih cari-cari juga yang kabur itu. Tak tau lagi apakah semuanya diamankan atau tidak. Pokoknya banyak mereka (pekerja asing). Tinggal dalam mes perusahaan mereka," kata Ed lagi.

Ed juga membenarkan jika pekerja PT San Hai ini umumnya bermasalah dengan dokumen. Ini karena dia pernah berkomunikasi melalui bahasa isyarat ke salah satu pekerja yang tak bisa berbahasa Indonesia, bahwasannya pekerja yang tinggal dalam mess perusahaan tak bisa keluar sembarangan karena takut ditangkap petugas.

"Saya pakai bahasa tubuh ke mereka. Ajak ke tempat hiburan, mereka jawab tak bisa takut diborgol polisi. Seorang dari mereka bahkan menunjukan kalau mereka hanya memiliki surat izin tinggal saja, izin bekerja tak ada. Izin tinggal itupun sudah mati Januari lalu. Makanya tak berani mereka keluyuran," ujar Ed.

Berita tentang banyaknya pekerja asing di lingkungan PT San Hai bukan sesuatu yang asing bagi masyarakat yang bediam di sekitar kawasan perusahaan. Masyarakat sekitar menuturkan, sudah sejak awal beroperasi setahun yang lalu perusahaan daur ulang plastik itu memang didominasi pekerja asing khususnya dari Tiongkok.

Baca juga: Pemko Batam Segel Pabrik Daur Ulang Plastik Asal Tiongkok

"Sudah lama itu. Kok sekarang baru sibuk. Sudah lama masalah ini diprotes warga karena yang direkrut pekerja dari sana (Tiongkok). Padahal banyak bapak-bapak di sini yang nganggur," ujar Yati, warga Kampung Pelanduk, Tanjunguncang.

Masyarakat sekitar juga merasa sangat janggal dengan perusahaan asal Tiongkok tersebut karena sangat tertutup. Aktifitas perusahaan seperti apa tak diketahui secara pasti sebab tak ada warga di sana yang bekerja dalam perusahaan itu.

Masyarakat berharap jika memang bermasalah baik dalam hal limbah ataupun tenaga kerja sebaiknya ditindak tegas agar tidak semena-mena ke depannya.

"Kebijakan pemerintah kan ada. Itu harus ditegakan. Jangan mentang-mentang perusahaan Tiongkok jadi pekerja dari Tiongkok semua," ujar Awaludin, warga lainnya.(eja)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...