PGRI: Seleksi PPPK Guru 2021 Tidak Sesuai Harapan, Mengecewakan

PGRI: Seleksi PPPK Guru 2021 Tidak Sesuai Harapan, Mengecewakan
Ketua Departemen Kominfo PB PGRI Wijaya (kiri) bersama Dirjen GTK Kemendikbudristek Iwan Syahril. Foto dokumentasi Wijaya

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Departemen Kominfo PB PGRI Wijaya menilai pelaksanaan seleksi PPPK guru 2021 tidak sesuai harapan.

Baik dari sisi komitmen terhadap regulasi dan kepastian pelaksanaan setiap tahapan. Seakan-akan seleksi yang dilaksanakan tidak menjadi perhatian utama di antara program Kemendikbudristek.

"Yang kami lihat sepertinya Kemendikbudristek kurang fokus dengan perekrutan guru PPPK. Sangat berbeda dengan program lainnya yang mendapat perhatian lebih terkait kebijakan merdeka belajar. Ini ada apakah," tutur Wijaya kepada JPNN.com, Sabtu (23/10).

Dia menegaskan persoalan penuntasan guru honorer ini menjadi sangat penting, karena berkaitan dengan harkat, martabat, kesejahteraan, dan perlindungan profesi guru.

Namun, acap kali tidak memberikan kepastian. Padahal darurat guru sebagai salah satu persoalan yang harus segera dituntaskan.

"Indonesia darurat guru ASN loh. Ini kelihatan tidak darurat karena diisi oleh guru honorer makanya negara punya tanggung jawab moril mengangkat status mereka menjadi ASN," tegasnya.

Wijaya menyoroti berbagai temuan di lapangan setelah hasil prasanggah PPPK guru tahap I diumumkan pada 8 Oktober.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya forum honorer yang masing-masing beragam latar motivasinya. Akibatnya guru honorer makin terkotak-kotak. Kondisi ini makin menambah ruwet terkait seleksi ASN PPPK guru 2021.

Ketua Departemen Kominfo PB PGRI Wijaya menyoroti pelaksanaan seleksi PPPK guru 2021 yang jauh dari harapan dan malah mengecewakan sebagian besar guru honorer