JPNN.com

Piknik Sambil Ibadah dengan Sensasi Masjidil Haram? Ke Lombok Aja!

Senin, 05 Juni 2017 – 10:55 WIB Piknik Sambil Ibadah dengan Sensasi Masjidil Haram? Ke Lombok Aja! - JPNN.com

jpnn.com, LOMBOK - Mau piknik sambil ibadah? Atau ingin merasakan sholat tarawih serasa Masjidil Haram? Ingin melihat wisata religi rasa Masjidil Haram, silakan datang ke Lombok. Di sela kegiatan Pesona Khazanah Ramadan di Islamic Center Mataram, ada 4 imam besar dari 4 negara yang ikut diboyong ke Lombok.

Mereka didaulat menjadi imam dalam salat tarawih di Masjid yang kini menjadi ikon wisata family friendly Lombok tersebut. Kehadiran 4 imam besar dari Masjidil Haram, Saudi Arabia, Jordan, Maroko, dan Mesir itu sontak membuat Lombok, NTB, heboh. Nuansa Timur Tengah langsung terasa.

Lantunan ayat ayat suci Al Quran jadi kian terdengar merdu dengan lafal dan intonasi dari sang imam besar. Warga dari Kota Mataram, Lombok Utara Lombok Tengah bahkan Lombok Timur langsung datang berbondong-bondong ke Islamic Center. Di tengah guyuran hujan lebat di tiga hari pertama Ramadan sekalipun, Islamic Center Lombok tetap ramai.

“Luar biasa! Salam Pesona Ramadan,” sebut Menteri Pariwisata RI Arief Yahya yang dimintai tanggapannya.

Di minggu pertama saja, sudah ada Syeikh Ezzat Sayit, imam besar dari Mesir yang memimpin salat tarawih di Islamic Center. Usianya masih sangat muda. Imam besar yang satu ini kelahiran tahun 1985.

Meski masih muda, kemampuannya dalam bidang agama khususnya tentang kajian Al Quran sangat oke. Dan dia tak ragu mengangkat dua jempol untuk Pesona Khazanah Ramadan di Lombok.

“Saat diundang ke Uzbekistan, Istambul, Prancis, Inggris, dan lainnya, saya hanya mengimami shalat Tarawih. Namun, Pesona Khazanah Ramadhan di NTB ini beda. Selain tarawih ada berbagai macam kegiatan dan festival ramadhan. Ini sangat bagus dan patut dicontoh oleh negara-negara lain," ujar Syekh Ezzat, Sabtu (3/6).

Setelah Syekh Ezzat, ada Syeikh Moad Duaoik dari Maroko yang melanjutkan tongkat estafet wisata religi di Lombok. Dan di dua minggu berikutnya, ada Prof. Dr Syeikh Khalid Barakat dari Lebanon dan Syeikh Ahmad Jalal Abdullah Yahya dari Yordania yang siap memimpin salat tarawih.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...