Pilih ke Jateng saat Bu Mega Jadi Profesor, Jokowi Isyaratkan Dukung Ganjar Ketimbang Puan?

Pilih ke Jateng saat Bu Mega Jadi Profesor, Jokowi Isyaratkan Dukung Ganjar Ketimbang Puan?
Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Ganjar Pranowo memantau Tol Semarang-Demak. Foto: IG @ganjarpranowo

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menyoroti kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Jawa Tengah (Jateng) pada saat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima gelar profesor kehormatan dari Universitas Pertahanan (Unhan), Jumat (11/6).

Jamiluddin menduga presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu hendak memamerkan keakrabannya dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang belakangan ini jadi sasaran tembak sejumlah elite PDIP.

"Keakraban Jokowi dan Ganjar dalam kunker tersebut juga mengindikasikan adanya kubu-kubuan di PDIP. Di sini Jokowi memberi sinyal Ganjar menjadi bagian dari gerbongnya," kata Jamiluddin kepada JPNN.com, Sabtu (12/6).

Mantan dekan Fakultas Ilmu Komunikasi IISIP Jakarta itu mengatakan penganugerahan gelar profesor kehormatan kepada Megawati tentu merupakan momen penting bagi PDIP.

Penganugerahan gelar profesor tidak tetap Unhan untuk Presiden Kelima RI itu juga dihadiri Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Ketua DPR Puan Maharani.

Belakangan Prabowo dan Megawati terlihat makin akrab, bahkan ada spekulasi tentang kemungkinan ketua umum Gerindra itu berpasangan dengan Puan Maharani di Pilpres 2024.

Namun, Jokowi memilih pergi ke Jateng untuk meninjau proyek Tol Semarang-Demak yang juga berfungsi sebagai tanggul pengendali banjir.

Menurut Jamiluddin, Presiden Ketujuh RI itu dalam kunjungannya ke Jateng seolah hendak menyampaikan isyarat bahwa Ganjar lebih pantas diusung PDIP pada Pilpres 2024 ketimbang Puan yang notabene putri Megawati.

Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga menduga Jokowi hendak memamerkan keakrabannya dengan Ganjar Pranowo yang belakangan ini jadi sasaran tembak elite PDIP.