Pilkada Surabaya 2024, Risma Masih Memiliki Pengaruh

Pilkada Surabaya 2024, Risma Masih Memiliki Pengaruh
Arsip - Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam kunjungannya di Desa Golo Wune, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu (25/02/2024). ANTARA/Mecca Yumna

jpnn.com - SURABAYA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Fuad Bernardi menilai Tri Rismaharini atau Risma, masih memiliki pengaruh menarik dukungan publik, bagi pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya 2024.

"Kalau saya melihat di sosial media itu komentarnya kelihatan memang masih berpengaruh," kata Fuad di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (7/4).

Menurut Fuad, nama Risma sudah melekat dan menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kota serta warga Surabaya.

Faktornya adalah mengacu pada beragam inovasi kinerja pembangunan yang acap kali dilakukan Risma selama menjabat sebagai wali kota Surabaya dua periode, yakni 2010-2015 dan 2015-2020.

"Jarang ada seorang pemimpin yang sudah tidak menjabat, tetapi efeknya masih dirasakan oleh masyarakat," ujar putra sulung Tri Rismaharini atau Risma ini.

Ditanya arah dukungan Risma di Pilkada Surabaya 2024, Fuad tak mengetahui persoalan itu.

Sebab, sampai saat ini ibundanya belum mengambil langkah, meski tetap berperan dalam menentukan usulan rekomendasi untuk kontestasi tingkat kota.

"Beliau juga ketua DPP PDI Perjuangan. Jadi, memang untuk saran memang termasuk yang didengarkan pada saat rekomendasi Pilkada 2024," tutur Fuad.

Politikus PDIP ini menyebut Tri Rismaharini alias Risma masih memiliki pengaruh di Pilkada Surabaya 2024.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News