Pilot Fokker Dipastikan Sehat

Pilot Fokker Dipastikan Sehat
Fokker 27 milik TNI AU yang jatuh di kawasan Halim Perdanakusumah, pekan lalu. Foto : Arundono W/JPNN
Apalagi, standar pelatihan pilot TNI-AU juga sudah baku. "Mungkin nanti penyesuaiannya membutuhkan waktu satu atau dua bulan saja. Nanti juga dibantu dengan simulator," katanya.

TNI-AU optimistis, semua pesawat yang berusia uzur segera diganti oleh negara. "Yang sudah pasti, pesawat OV Bronco yang sebelumnya digunakan di Lanud Malang sudah tidak digunakan lagi. Agustus nanti datang Super Tucano dari Brasil," ungkapnya.

Azman juga berterima kasih atas support DPR yang menyetujui rencana penggantian pesawat-pesawat TNI-AU. "Kami siap melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Musibah yang terjadi menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga," tegasnya.

Secara terpisah, Direktur Utama Bandung Pilot Academy Nasrun Natsir menilai, pilot adalah aset yang sangat penting. Biaya sekolah penerbangan TNI-AU jauh lebih mahal daripada sekolah penerbang swasta. Taksirannya miliaran rupiah. "Satu jam terbang training pesawat F-16 saja memerlukan biaya USD 5.000 atau sekitar Rp 50 juta," katanya kemarin.

JAKARTA - Investigasi penyebab kecelakaan Fokker nomor lambung A 2708 berlanjut. Panitia Penyidik Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) melakukan pengecekan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News