Pisang Kultivar Unggul INA-03, Adaptif dan Tahan Penyakit

Pisang Kultivar Unggul INA-03, Adaptif dan Tahan Penyakit
Perbandingan pisang kultivar INA03 dan ketan01. Foto: Humas Balitbangtan

"Diharapkan lahir kegiatan perbenihan, on farm dan pasca-panen yang representatif untuk menjawab kebutuhan dari sektor pertanian. Pertanian menjadi sesuatu yang dibutuhkan, industri butuh pertanian dalam negeri," ungkap Syahrul.

Saat ini, Balitbu Tropika masih terus memperbanyak benih sumber dan benih sebar pisang INA-03. Balitbu Tropika bekerja sama dengan rekanan untuk penggunaan laboratorium di beberapa daerah.

Ke depan, kultivar ini akan terus dikembangkan hingga hilirisasinya. Sebab, pisang yang tahan layu fusarium ini juga memiliki potensi sebagai pisang olahan.

Hal ini tentu bisa diwujudkan dengan kerja sama dari berbagai stakeholder agar bisa dioptimalkan secara maksimal.

Sementara, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry mengungkapkan, Balitbangtan melalui unit kerja akan terus melakukan koordinasi secara konsisten untuk mengawal produksi dan penyediaan buah lokal.

Terutama komoditas yang memiliki nilai tambah dan kompetitif untuk pasar domestik maupun ekspor.

“Tentunya akan kita dorong ini varietas-varietas unggul baru kita, tidak hanya dikenal di Badan Litbang atau hanya di unit-unit kerja di Balai Penelitian, tapi akan kita masifkan ini,” tutupnya.(mcr10/jpnn)

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika), menghasilkan berbagai pisang kultivar unggul, Kepok Tanjung dan INA-03. Keduanya disebut memiliki sifat toleran terhadap p


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News