PKI, Aktor Di Balik Layar Pemberontakan PETA Blitar?

PKI, Aktor Di Balik Layar Pemberontakan PETA Blitar?
Poster propaganda PKI menyeru perlawanan di zaman penjajahan. Foto: Istimewa.

PKI Ilegal

Dalam suasana gerilya kota di tengah keganasan Jepang, pada 22 April 1943, CC PKI dipindahkan dari Jakarta ke Bandung. Bertempat di Rumah Sakit Paru-paru, Istana Anyar, No.144. Dari tempat ini diputuskan bergerak dengan metode baru. Yakni tampil dengan cara legal, semi legal dan ilegal.  

Di Jakarta, kader-kader PKI dengan sangat baik memainkan perannya. Wikana tampil legal sebagai Kepala Sekolah Asrama Indonesia Merdeka milik Kaigun Bukanfu, dinas Angkatan Laut Jepang yang dipimpin Laksamana Maeda.

Aidit tampil legal sebagai anggota di Asrama Menteng 31 (sekarang Gedung Juang--red), yang dikelola Departemen Propaganda Angkatan Darat Jepang. Secara diam-diam dia juga membentuk dan memimpin gerakan bawah tanah Banteng Merah yang merongrong Jepang di Jakarta hingga Depok.

Moh. Yusuf ambil bagian dalam gerakan Djojobojo di Jawa Barat. Mereka menggulingkan kereta api. Pendeknya, aksi-aksi perlawanan terhadap Jepang muncul di mana-mana. Dan akhirnya mereka berhasil mencium sumbernya. 

Suatu malam di bulan April 1945, CC PKI di Bandung kena gerebek. Hanya saja nihil. Tak satu pun ada orang di sana. 

Hidung Jepang juga mencium bahwa dibalik pemberontakan PETA di Blitar, Maret 1945 ada keterlibatan orang PKI.

Menurut Busjarie Latif, memang sejak pertengahan 1944, Komisariat PKI Daerah Jawa Timur yang semula berkedudukan di Lodaya dipindahkan ke dalam kota Blitar. 

COMITE Central Partai Komunis Indonesia (CC PKI) berkedudukan di Surabaya ketika Jepang datang... ------- Wenri Wanhar - Jawa Pos National Network

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News