PKS Ingatkan Pemerintah soal Teguran WHO Pada Indonesia: Tetap Waspada

PKS Ingatkan Pemerintah soal Teguran WHO Pada Indonesia: Tetap Waspada
Politikus PKS Mulyanto mengingatkan pemerintah untuk menindaklanjuti teguran WHO terkait potensi lonjakan kasus baru Covid-19. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

Mulyanto mengingatkan bahwa laju vaksinasi kita masih lambat. Data dari “Our World In Data” hari ini memperlihatkan coverage vaksinasi kita baru 28 persen penduduk. Sementara AS dan Malaysia masing-masing sudah mencapai 63 persen dan 67 persen. Bahkan, Singapura sudah lebih dari 80 persen.

Belum lagi angka laju kasus fatal, yakni rasio antara jumlah kematian terhadap jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia masih tinggi, yakni sebesar 3.4 persen. Artinya dari 100 pasien yang positif Covid, sebanyak lebih dari 3 orang meninggal. Bandingkan dengan di AS dan Malaysia yang masing-masing sebesar 1.3 persen dan 1.9 persen. Singapura angka laju kasus fatal hanya sebesar 0.1 persen.

Menurut dia, rendahnya tingkat cakupan vaksinasi dan tingginya angka laju kasus fatal tersebut, maka Indonesia masih tergolong rawan terhadap resiko kematian akibat Covid-19.

"Jangan abai atau menganggap enteng," ujar anggota Komisi VII DPR RI ini.

Sebelumnya WHO memberi teguran keras kepada Provinsi Jabar, Jateng dan Jatim yang dinilai melemah dalam pelaksanaan program prokes. Dikhawatirkan kelemahan dan kelonggaran ini dapat memicu kembali kenaikan kasus positif Covid-19.

WHO melihat ada peningkatan signifikan mobilitas masyarakat di bidang ritel dan rekreasi yang telah mencapai prapandemi.

Oleh karena itu WHO minta pemerintah menyediakan rencana antisipasi dan mitigasi terkait kemungkinan peningkatan mobilitas masyarakat yang akan berdampak pada transmisi Covid-19. (mcr10/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

Politikus PKS Mulyanto mengingatkan pemerintah untuk menindaklanjuti teguran WHO terkait potensi lonjakan kasus baru Covid-19.


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News