PKS Sambangi Golkar, Pakar Sebut KIB Berpotensi Punya Anggota Baru

PKS Sambangi Golkar, Pakar Sebut KIB Berpotensi Punya Anggota Baru
Dokumentasi - Peneliti ahli utama BRIN Siti Zuhro. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Utama BRIN Prof R Siti Zuhro menilai langkah Golkar melakukan komunikasi politik dengan banyak partai menjelang Pemilu 2024 sebagai hal yang wajar. Termasuk pertemuan dengan PKS yang notabenenya adalah partai oposisi.

Menurut dia, meski sejumlah poros koalisi sudah terbentuk, termasuk Golkar sendiri yang tergabung dalam KIB, tetapi semua masih bisa berubah.

“Publik coba menerka-nerka apa makna kunjungan-kunjungan tersebut. Apakah koalisi KIB tidak solid? Apakah masing-masing partai dengan hak otonom dan demokrasinya leluasa menentukan calon masing-masing sehingga mereka sulit untuk bersepakat. Atau karena ada kemungkinkan lain yang muncul dan berpengaruh mengubah konstelasi politik,” ujar Zuhro saat dihubungi, Jumat (10/2).

Zuhro juga melihat, tampaknya pergerakan para parpol tersebut karena pencapresan Ganjar Pranowo makin tak menentu. Terlebih,dia melihat, PDIP sudah tampak tak memberikan sinyal untuk berpihak pada Ganjar.

“Juga mundurnya relawan Ganjar. Mereka tak lagi mendukung Ganjar, sebaliknya mulai mengkritisi,” kata Zuhro.

Hal ini yang dilihat Zuhro membuat kondisi politik semakin dinamis. Para parpol kembali menjajaki komunikasi satu sama lain.

Meski telah tergabung dalam Koalisi Perubahan, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) maupun koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).

“Artinya, politik makin dinamis. Apakah KIB bakal bergabung dengan Koalisi Perubahan, atau PKS yang akan bergabung ke KIB, tak ada yang tak mungkin. Karena situasi dan kondisinya masih sangat cair,” ujar dia.

Peneliti Utama BRIN Prof R Siti Zuhro menilai langkah Golkar melakukan komunikasi politik dengan banyak partai menjelang Pemilu 2024 sebagai hal yang wajar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News