PMKRI Siapkan Calon Relawan untuk Terlibat Menangani Virus Corona

PMKRI Siapkan Calon Relawan untuk Terlibat Menangani Virus Corona
Logo PMKRI. Foto: Dok. PMKRI

jpnn.com, JAKARTA - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) sedang menyiapkan dan merekrut calon relawan untuk ikut terlibat dalam menangani pandemi virus corona atau Covid-19.

Ketua Presidum terpilih PP PMKRI Benidiktus Papa mengatakan pihaknya sedang menyiapkan calon relawan “PMKRI PEDULI" dari semua cabang di seluruh Indonesia.

“Kami sudah mengirim surat ke semua cabang PMKRI agar bisa mengambil bagian dalam penanganan virus Covid-19 ini. Kader PMKRI dari seluruh cabang di Indonesia nanti akan bergerak menjadi relawan dalam menangani pandemi covid-19,” ujar Benidiktus, Rabu (25/3/2020).

Putra asal Toraja itu menambahkan relawan dari kader PMKRI akan bergabung dalam Jaringan Katolik Melawan Covid-19 dan Satgas Covid-19 Forum Komunikasi Alumni (FORKOMA) PMKRI.

Menurut Beni, sapaan Benidiktus, penyebaran virus corona di Indonesia makin mengkhawatirkan. Hingga Rabu (25/3) terdapat adanya peningkatan kasus positif sebanyak 790, pasien sembuh 31 dan meninggal dunia 58 orang.

Pada Jumat 20 Maret 2020 lalu, BNPB melalui juru bicara khusus penanganan virus corona (Covid-19) Achmad Yurianto menaksir ada 600 ribu hingga 700 ribu orang lebih di Indonesia yang berisiko terinfeksi.

Pengurus Pusat PMKRI menilai, corona merupakan masalah yang harus diselesaikan bersama. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan, selain mengikuti protokol penanganan Covid-19 oleh pemerintah, masyarat juga harus bergerak menjadi relawan.

Menurut Beni, PMKRI sedang mendata anggotanya di seluruh cabang terutama mahasiswa yang dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan untuk disiapkan menjadi calon relawan.

Menurut Beni, PMKRI sedang mendata anggota di seluruh cabang di Indonesia terutama mahasiswa dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan untuk disiapkan menjadi calon relawan dalam penanganan virus corona atau Covid-19.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News