Kamis, 13 Desember 2018 – 19:57 WIB

Polisi Cari Pemerkosa Anak Yang Diserahkan Ibunya Sendiri

Selasa, 06 Maret 2018 – 10:00 WIB
Polisi Cari Pemerkosa Anak Yang Diserahkan Ibunya Sendiri - JPNN.COM

Polisi di negara bagian Queensland (Australia) sedang mencari seorang pria yang memperkosa seorang anak berusia 15 tahun 10 tahun lalu dimana anak tersebut dibawa sendiri oleh ibunya ke sebuah hotel.

Peta Butler berusia 15 tahun ketika dia dibawa ke sebuah hotel di Toowoomba, sekitar 138 km dari ibukota Queensland Brisbane dimana ibunya telah mengatur agar seorang pria memperkosa Peta.

Detective Senior Constable Jodi Bell mengatakan diperlukan waktu bagi Peta sampai tahun 2016 - lebih dari 10 tahun setelah kejadian - untuk melaporkan kejadian itu kepada polisi, yang sekarang berusaha mencari pria pemerkosa tersebut.

"Ibunya membawanya naik bis, dengan alasan pergi ke kota guna merayakan ulang tahun putrinya. Dan mereka ke sebuah kamar hotel dimana seorang pria sudah menunggu." kata Senior Constable Bell.

"Diperlukan keberanian besar untuk mendatangi kantor polisi dan berbicara dengan petugas mengenai apa yang dialaminya. Apalagi melaporkan anggota keluarga yang lain."

Bulan Januari lalu, ibu Peta dipenjara karena kasus tersebut, dengan bukti yang direkam lewat HP oleh Peta.

"Dalam pembicaraan telepon tersebut, dia bisa membujuk ibunya untuk mengakui bahwa dia mengatur agar pria itu memperkosa anaknya." tambah Bell lagi.

Dalam pembicaraan yang direkam itu, ibu Peta mengatakan bahwa putrinya sudah berusia 16 tahun ketika itu, di atas usia yang diperbolehkan melakukan hubungan seksual tanpa ijin, dan digunakan sebagai alasan bagi tindakan ibunya.

Peta Butler: Saya mengatakan tidak kepada pria tersebut.. saya menangis. saya bilang tidak kepadanya.

Mother: Ya itu masih pemerkosaan tetapi kamu berusia 16 tahun. Saya tidak akan mengijinkan dia menyentuh kamu bila kamu berusia di bawah 16 tahun.

Polisi sudah membuat rekaan gambar komputer pemerkosa tersebut yang dikenal dengan nama Thommo, yang melakukan tindakan pemerkossan antara bulan Mei dan Desember 2005.

Dia digambarkan berusia antara pertengahan sampai akhir 40 tahunan, sangat gemuk, tingginya 175 cm dengan kepala dicukur, dan mata biru yang menyolok, dengan garis hitam dibawah matanya.

Dia mengenakan pakaian mewah dan mengendarai sebuah mobil dengan tempat duduk dari kulit berwarna coklat.

Polisi berharap anggota masyarakat akan mengenai pria tersebut yang sekarang berusia 50 tahunan.

Dia juga mungkin menggunakan alamat email yang mirip dengan [email protected]

Polisi mengatakan besar kemungkinan pria ini juga pernah melakukan tindakan serupa kepada perempuan lain.

Ibu duduk di ruangan lain merokok ketika pemerkosaan terjadi

Kasus ini sudah mendapat perhatian besar dari media di Australia sselama beberapa pekan terakhir.

Hari Senin (5/3/2018) malam, Peta Butler mengatakan kepada jaringan televisi Channel Nine bahwa sebelum mereka ke hotel di tahun 2005 tersebut, ibunya membawa dia ke toko minuman dimana dia diminta mengenggak minuman vodka beralkohol tinggi.

"Ketika kami sedang berjalan, ibu saya mengatakan 'coba minum ini yang akan membuat tubuh kamu lebih hangat." katanya.

Peta mengatakan ibunya duduk di ruangan lain sambil merokok ketika pemerkosaan terjadi.

"Saya berharap ibu saya akan datang dan menghentikannya. Dia tidak berusaha sama sekali melakukannya." katanya.

"Dia yang mengatur semuanya dan membawa saya ke hotel tersebut. Dia tidak seperti seorang ibu."

Peta Butlet mengatakan dia masih marah dengan ibu yang 'mengkhianatinya.'

"Mungkin seminggu setelah kejadian tersebut, saya berhenti sekolah. Saya kehilangan banyak teman sesudah itu kaerena saya memberontak. Saya menderita depresi, saya cemas sepanjang waktu."

Senior Constable Bell mengatakan bahwa polisi ingin memberikan jaminan kepada para korban pemerkosaan dan penganiayaan seksual bahwa mereka akan mendapat bantuan bila melaporkan apa yang mereka alami ke pihak berwenang.

"Jangan takut, kami akan membantu anda." kata Bell.

Polisi memuji keberanian Peta Butler untuk melaporkan apa yang dialaminya.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

 
SHARES
Komentar