JPNN.com

Politikus PDIP: Masyarakat Harus Bijak Menyikapi Dugaan Penistaan Agama Oleh UAS

Senin, 19 Agustus 2019 – 10:10 WIB Politikus PDIP: Masyarakat Harus Bijak Menyikapi Dugaan Penistaan Agama Oleh UAS - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan, Restu Hapsari mengimbau masyarakat bijak dan tidak mudah terprovokasi terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ustaz Abdul Somad (UAS).

“Saya mengimbau dan saya yakin umat Nasrani tidak mudah terprovokasi dan melakukan tindakan yang bisa merusak kerukunan dan perdamaian antarumat beragama, khususnya dengan umat Muslim. Saya berharap umat Nasrani dan umat Muslim makin bijak menghadapi hal-hal seperti ini, karena kita sudah terlalu sering ditempa dengan peristiwa-peristiwa serupa. Perlu kedewasaan dan sikap bijak untuk menjaga persatuan dan perdamaian antarumat beragama," ujar Restu dalam keterangan persnya, Senin (19/8).

Restu yang juga Sekjen Taruna Merah Putih ini mengatakan momentum Hari Raya Kemerdekan Republik Indonesia ke-74 sejatinya harus menjadi perenungan kebangsaan dan meneguhkan spirit kebinnekaan, namun hal ini terganggu dengan ceramah Ustaz Abdul Somad dalam video yang beredar beberapa hari ini.

BACA JUGA: Polri Diminta Cekal UAS Terkait Dugaan Penistaan Agama

Menurut Restu, meski dilakukan di tempat tertutup, namun akhirnya ceramah bernuansa ujaran kebencian tersebut beredar ramai di media massa, facebook dan twitter. Ustaz Abdul Somad yang memosisikan diri sebagai intelektual Muslim dan memiliki kecukupan ilmu teologis secara terang-terangan di hadapan umat Islam yang mengikuti ceramahnya diduga telah melecehkan simbol keimanan bagi umat Nasrani. Hal ini, menurut Restu, jauh dari semangat hidup berbangsa dalam payung Pancasila yang mengedepankan semangat toleransi antarumat beragama.

“Dalam ceramahn Ustaz Abdul Somad begitu eksplisit dan agresif menyatakan bahwa di dalam salib ada jin kafir dalam bentuk patung. Ustaz Abdul Somad yang merupakan seorang pemuka agama tidak menampakkan semangat toleransi tersebut,” kata Restu.


Antisipasi Efek Negatif

Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) menginstruksikan kepada jaringan ISKA di seluruh Indonesia untuk bisa ikut aktif mengantisipasi efek negatif yang ditimbulkan akibat beredarnya vidoe ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) yang diduga memuat konten penistaan agama.

“Antisipasi bisa dilakukan dengan mengintensifkan komunikasi yang saling menghormati dengan berbagai pihak yang memiliki komitmen kuat merawat kebangsaan Indonesia yang majemuk,” kata Ketua Presidium Pusat ISKA Hargo Mandiraharjo dan Presidium Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia ISKA Pusat, Liona Nanang Supriatna dalam pernyataan bersama diterima Senin (19/9).

Presidium Pusat ISKA dalam pernyataannya juga meminta negara dengan seluruh perangkat yang dimilikinya untuk hadir dalam menyikapi hal ini untuk terciptanya kehidupan berbangsa yang rukun damai dalam kebinekaan.

BACA JUGA: Lima Poin Seruan MUI terkait Kasus Video Ustaz Abdul Somad

Lebih lanjut, Presidium Pusat ISKA mengatakan Indonesia merupakan manifestasi perjuangan bukan saja oleh satu golongan, namun dibangun oleh seluruh anak bangsa yang berbeda suku, etnis, agama dan kepercayaan.

Perbedaan pemahaman teologi merupakan hal yang wajar. Namun bukan alasan yang dibenarkan bila perbedaan tersebut untuk merendahkan dan melecehkan keyakinan yang berbeda.

ISKA menyayangkan beredarnya video ceramah Ustaz Abdul Somad yang viral beberapa hari ini karena diduga memuat konten penistaan agama.
Beredarnya konten tersebut ke publik mencederai semangat dan usaha menjaga toleransi antarpemeluk agama. Toleransi merupakan modal dasar keberlangsungan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk. Komitmen merawat kebangsaan Indonesia merupakan tanggung jawab moral kita bersama tanpa harus mempertimbangkan kuantitas.

“Dalam keyakinan terang iman Katolik maka baiknya seluruh elemen dan umat Katolik untuk bersikap secara proporsional dan bijaksana dalam menyikapi konten tersebut,” kata Hargo Mandiraharjo dan Liona Nanang Supriatna.(fri/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...