Politikus PKS Amin AK Ungkap Penyebab BUMN Sektor Infrastruktur Terpuruk

Selasa, 06 April 2021 – 17:03 WIB
Politikus PKS Amin AK Ungkap Penyebab BUMN Sektor Infrastruktur Terpuruk - JPNN.com
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Amin AK. Foto: FPKS DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Amin AK menengarai perencanaan pembangunan infrastruktur buruk menjadi penyebab sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang infrastruktur mengalami keterpurukan.

Amin menilai ambisi besar tanpa perencanaan matang hanya akan membebani keuangan negara dan rendahnya kualitas hasil pembangunan.

Wakil rakyat dari Dapil Jawa Timur IV itu menyoroti amblesnya saham-saham sejumlah BUMN Karya di tengah gencarnya proyek infrastruktur. BUMN-BUMN tersebut antara lain PT Pembangunan Perumahan (PTPP), PT Hutama Karya (HK), PT Wijaya Karya (WIKA), PT Waskita Karya (WSKT), dan PT Waskita Beton Precast (WSBP).

Menurut Amin, hal itu berdasarkan laporan keuangan BUMN Karya pada Selasa (30/3/2021) lalu. PT Waskita Karya merugi hingga Rp 7 triliun. Sedangkan Wijaya Karya, meski tidak sampai rugi tetapi labanya terjun bebas dari Rp 2,2 triliun menjadi kurang dari Rp 200 miliar. Kemudian PT PP turun dari Rp 800 miliar tinggal Rp 128 miliar.

Dengan tingkat ketahanan yang makin lemah, Amin mengkhawatirkan akan bergugurannya BUMN Infrastruktur karena sulit bertahan terlebih ditengah pandemi. Tidak menutup kemungkinan pemerintah mengambil jalan pintas melegonya ke pihak asing.

Lebih lanjut Amin mengatakan memang betul sektor konstruksi menjadi salah satu sektor paling terdampak pandemi Covid-19. Proyek-proyek konstruksi terpaksa mangkrak sejak pandemi menghantam Indonesia. Mengingat sektor konstruksi bersifat padat modal, mangkraknya proyek tentu saja menyebabkan kerugian parah.

“Sangat disayangkan pemerintah tidak memiliki exit plan dari situasi tersebut. Beban keuangan BUMN Karya pun berat karena harus menanggung utang usaha yang sangat besar dan harus segera dibayar,” kata Amin.

Menurut Amin, kondisi saat ini menjadi alarm bahaya bagi eksistensi BUMN Karya. Membengkaknya utang di tengah kondisi kas perusahaan yang terus menipis berisiko gagal bayar mengingat kondisi ekonomi yang masih berat dan tidak pasti akibat pandemi.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...