Kamis, 22 November 2018 – 17:38 WIB

PON XVII Ditutup Wapres

Kamis, 17 Juli 2008 – 12:06 WIB
PON XVII Ditutup Wapres - JPNN.COM

SAMARINDA – Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII/2008 akan ditutup Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla di Stadion Utama Kaltim, Kamis malam (17/7). PT Barata Nusa Pratama (BNP) selaku Event Organizer (EO) kegiatan penting itu telah menyusun rangkaian acara di pengujung penyelenggaraan pesta olahraga bergengsi tingkat nasional  tersebut. Pelaksanaan upacara penutupan PON ini dipastikan tak kalah meriah dibanding saat dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 5 Juli lalu.
Dijadwalkan rangkaian upacara penutupan PON ini akan dimulai sekitar pukul 14.30 Wita dengan sajian paduan suara dan korsik. Tepat pukul 15.00 Wita dilangsungkan pertandingan final sepak bola antara Papua melawan Jawa Timur (Jatim). Seperti diketahui, Papua lolos ke final setelah mengalahkan DKI Jakarta dengan skor 4-1, sedangkan Jatim mengalahkan tuan rumah Kaltim dengan skor 2-0. Setelah pertandingan final, dilanjutkan penyerahan medali.
Usai azan magrib ada hiburan marching band sambil menunggu kedatangan Wapres Jusuf Kalla beserta rombongan. Di mana upacara penutupan PON ini direncanakan dihadiri sejumlah pejabat negara terkait, berikut jajaran pemerintah daerah peserta PON XVII. Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Tarmizi Abdul Karim akan menyampaikan sekitar 15 menit, sebelum Wapres Jusuf Kalla memberikan sambutan sekaligus menutup PON XVII ini. Setelah itu dilakukan serah terima bendera PON dari Pemprov Kaltim ke Pemprov Riau selaku tuan rumah PON XVIII/2012 mendatang.
EO sudah mengantisipasi kemungkinan bergesernya waktu pelaksanaan beberapa item, bila mana final sepak bola harus dengan perpanjangan waktu. “Kita sudah buat alternatif-alternatif, jika ada perpanjangan waktu pertandingan sepak bola. Tentu akan ada penyesuaian-penyesuaian,” kata Direktur BNP Sony Subrata. 
Di pengujung rangkaian upacara penutupan PON, akan disuguhkan Tari Gantar Bejamu. Menurut Konsultan EO Upacara Pembukaan dan Penutupan (UPP) PON Djajuk Ferianto, tarian kolosal ini menggambarkan salam perpisahan untuk mengingat kembali Kaltim.
Selanjutnya, ada konser musik yang akan dimainkan dalam bentuk kolaborasi para musisi etnik Kaltim dengan Kelompok Musik Kuaetnika dalam arahan Djaduk Ferianto. Pada segmen pertama, terdengar vokal (ngendau)  yang  dilantunkan oleh salah  satu warga  suku Dayak. Dengan kostumnya yang khas, kemudian serentak para peraga sejumlah 50 orang dari suku Dayak  bersama-sama bersautan menimpali vokal sambil bergerak dan mengajak  berkumpul masuk   ke panggung.
Suasana itu dibuat sedikit  dramatik   untuk  memberikan     kesan  pada  suasana  kebersamaan, seperti biasa dilakukan  dikomunitas Dayak. Sementara, di ujung multimedia muncul penyanyi Edo Kondolangit melantunkan lagu berjudul mengejar matahari. Selain itu, juga akan ditampilkan beberapa lagu daerah. Seperti, bungong jeumpa  dari Aceh, manuk dadali (Jawa), ampar-ampar pisang (Kalimantan), anging mamiri (Sulawesi Selatan), yamko rambe yamko (Papua). “Saat lagu daerah ini dinyanyikan, para penari akan menari sesuai asal lagu daerah tersebut. Setiap lagu akan ditarikan 10 pasang putra putri,” jelasnya.
Kemudian, ada lagu bertajuk Zamrud Khatulistiwa. Di samping itu, Ketua KONI Pusat Rita Subowo memberikan ungkapan selamat jalan kepada para kontingen kembali ke daerah masing-masing dan seluruh pendukung acara. Lalu artis ibukota, Denada tampil melantunkan lagu berjudul laksamana raja di laut dan senggol-senggol.
Saat senggal-senggol dinyanyikan, para penari Gantar Bejamu sebanyak 300 orang keluar dan ikut berjoged sekaligus mengajak yang hadir di sekitar lapangan untuk bersama-sama menari. Diharapkan para penonton dan para Atlit ikut berjoged.
Di akhir lagu senggal-senggol muncul suara sirine meraung-raung di seluruh stadion. Kemudian, seluruh artis akan tampil bersama melantunkan lagu bagimu negeri yang diawali oleh  Samuel dan Edo Kondolangit, disertai tarian oleh 20 penari dengan membawa bendera merah putih yang di kibar-kibarkan. (kri)
SHARES
TAGS   pon kaltim
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar