Posisi Tony Abbott Sebagai PM Australia Ditantang oleh Menterinya Sendiri

Namun posisinya itu ditantang oleh Tony Abbott yang akhirnya memenangkan voting hanya dengan selisih satu suara.
Ketika diadakan pemilu tahun 2013, Partai Liberal yang telah dipimpin Tony Abbott itu menang sekaligus mengantarkannya ke kursi perdana menteri.
Sekitar tujuh bulan lalu, sebenarnya kalangan internal Partai Liberal telah melakukan voting terhadap posisi PM Abbott atas permintaan sejumlah anggota partai.
Namun PM Abbott lolos dari voting itu dengan selisih suara yang cukup besar.
Kini, Malcolm Turnbull kembali mengajukan tantangan kepada Tony Abbott. "Jelas sekali perdana menteri tidak mampu menunjukkan kepemimpinan di bidang ekonomi yang sangat dibutuhkan negara ini," tegasnya.
"Jika kita terus dengan Tony Abbott sebagai perdana menteri, maka jelas sekali apa yang akan terjadi. Dia akan berakhir sebagai perdana menteri dan akan digantikan oleh Bill Shorten," katanya.
Shorten saat ini merupakan pemimpin Partai Buruh yang beroposisi.
"Pendekatan yang dilakukan Shorten terhadap perjanjian perdagangan bebas China-Australia sangat berbahaya. Dan orang ini sangat tidak pantas menjadi perdana menteri berikutnya. Tapi itulah yang akan terjadi jika kami tidak mengganti pimpinan (Partai Liberal)," paparnya.
Menteri Komunikasi Australia Malcolm Turnbull hari Senin (14/9/2015) secara terbuka menantang posisi Tony Abbott baik sebagai ketua Partai Liberal
- Dunia Hari Ini: Setidaknya Delapan Orang Tewas Setelah Serangan India ke Pakistan
- Industri Alas Kaki Indonesia Punya Potensi Besar, Kenapa Rawan PHK?
- Apa Arti Kemenangan Partai Buruh di Pemilu Australia Bagi Diaspora Indonesia?
- Dunia Hari Ini: Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Lagi Anthony Albanese
- Mungkinkah Paus Baru Datang dari Negara Non-Katolik?
- Partai Buruh Menang Pemilu Australia, Anthony Albanese Tetap Jadi PM