JPNN.com

PPDB 2019 Sistem Zonasi, Pakai Google Maps, Terjauh 3 KM

Senin, 20 Mei 2019 – 04:00 WIB PPDB 2019 Sistem Zonasi, Pakai Google Maps, Terjauh 3 KM - JPNN.com

jpnn.com, BATAM - Sistem pendaftaran PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) secara online atau daring yang diterapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Batam tidak bisa beroperasi maksimal.

Salah satunya, karena server di Disdik sulit diakses atau lelet. Hal ini membuat ratusan berkas siswa terkendala untuk diunggah ke sistem PPDB.

Ketua PPDB SMPN 3 Batam, Ami mengatakan memang ada kekhawatiran ratusan pendaftar tidak masuk di sistem karena operator kesulitan mengunggah data siswa. "Dari 400 pendaftar, baru puluhan yang bisa diunggah karena sistemnya lelet," kata dia, Jumat (17/5).

Ia menjelaskan, untuk proses ukur jarak tidak ada kendala. Namun, ketika operator harus menginput data pendaftar, sistem menjadi lambat. "Beberapa kali gagal juga. Tapi operator terus berupaya untuk menginput. Kadang sore, bahkan sudah dicoba malam hari juga," sebutnya.

Ami berharap di sisa waktu pendaftaran, sistem online ini bisa berfungsi dengan baik. Sebab, sekolah harus meranking siswa yang diterima berdasarkan jarak.

BACA JUGA: PPDB 2019 Sistem Zonasi di Jakarta tak Berdasar Jarak Rumah ke Sekolah

Sejauh ini, berdasarkan perhitungan jarak menggunakan Google Maps, jarak paling jauh itu sekitar tiga kilometer dan paling dekat 100 meter.

"Kalau tidak bagus juga tentu harus manual. Namun demikian kami tetap berharap sistem bisa bekerja cepat agar PPDB berjalan dengan lancar," harapnya.

Hal yang sama di SMPN 47, Marina berjalan lambat. Itu karena server down sejak, Kamis (16/5). Server tidak stabil sehingga memakan waktu bisa sampai satu jam hanya untuk memasukkan data satu peserta.

Ini dikeluhkan orangtua calon siswa sebab harus menyita waktu lebih lama lagi untuk menunggu giliran. Padahal, mereka datang lebih awal dari jadwal yang ditentukan panitia PPDB.

"Lambat kali prosesnya. Padahal banyak yang antre. Bisa satu jam hanya untuk satu orang saja. Sudah mau tiga jam saya nunggu di sini tapi belum juga dapat giliran," kata Anita, orangtua calon siswa.

Kendala ini ternyata juga dikeluhkan panitia. Selain menyita waktu, panitia juga kerap menerima komplain dari pendaftar.

"Kadang bisa hang total. Untung ini masih bisa jalan walaupun lola (loading lama). Kemarin malah sempat berhenti total hampir dua jam. Kerjaan jadi lanjut sampai sore jadinya," ujar seorang panitia PPDB di loket input data.

Ketua Panitia PPDB SMPN 47 Jazin mengakui adanya kendala teknis tersebut. Namun dia memastikan proses input data tetap berjalan sampai tuntas hingga 30 peserta per harinya.

"Tetap terlayani cuma mungkin agak lambat. Sehari kita batasi 30 peserta sesuai nomor urut yang sudah didapat sebelumnya," ujar Jazin.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan mengatakan karena sistem online menyebabkan server kurang mampu bekerja maksimal, karena banyaknya data yang masuk. Untuk itu, pihaknya berencana menambah kekuatan server jika sekolah masih kesulitan untuk menginput data pendaftar.

"Kami lihat dulu. Kan waktu pendaftaran masih panjang. Jika masih lelet, tidak tertutup kemungkinan kami akan tambah server," ujarnya.

BACA JUGA: PPDB 2019: Ditentukan Sekolah Harus Terima Siswa dari Kelurahan Mana Saja

Hendri mengungkapkan, karena waktu input yang bersamaan jadi sistem mengalami sedikit kendala. Untuk itu ia menyarankan kepada operator untuk bisa menginput sore atau malam hari.

"Kalau pagi atau siang mungkin masih padat data yang masuk. Kami minta operator bisa input sepulang taraweh. Mungkin sistem bisa bekerja lebih cepat dan tidak lelet," terangnya.

Hal ini bisa menjadi solusi bagi sekolah yang saat ini capaian input datanya masih rendah. "Kalau pagi semua sekolah online. Jadi sekolah bisa ambil jalan alternatif yaitu sore atau malam. Sistem hanya lelet tidak sampai down. Jadi saya rasa tidak ada masalah. Karena input data tidak harus saat pendaftaran. Jadi masih ada waktu untuk menyelesaikan input data ini," ungkapnya. (yul/BP)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...