Pramuka Indonesia Heningkan Cipta untuk Korban Bom Hiroshima

Pramuka Indonesia Heningkan Cipta untuk Korban Bom Hiroshima
Wagub Jatim Saifullah Yusuf dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam acara Pramuka di Banyuwangi. Foto: source for JPNN.com

jpnn.com - PADA 70 tahun yang lalu, sebuah bom atom dijatuhkan di kota Hiroshima menjelang berakhirnya Perang Dunia II. Bom itu dijatuhkan dari pesawat pengebom B-29 milik Amerika Serikat dan meledak tepat pada 6 Agustus 1945 pukul 08.15, dari ketinggian 600 meter di atas kota tersebut.  

Korban tewas mencapai 140 ribu orang, ditambah sekitar 40 ribu orang di Nagasaki.

Menandai tragedi kemanusian yang mengerikan itu hampir seluruh penduduk Jepang mengheningkan cipta tepat pada pukul 08.15 waktu setempat. Tak terkecuali, seluruh peserta Jambore Dunia ke-23 di Kirara-hama, Yamaguchi, Jepang. Terasuk 462 anggota kontingen Pramuka Indonesia.

“Tiba-tiba sirine dibunyikan dengan nyaring dan kita diberitahu untuk mengheningkan cipta,” ujar Andi Fachry Makassau, seorang pimpinan pasukan kontingen Indonesia di Jambore Dunia Jepang. “Kita kemudian diam cukup lama untuk mendoakan para korban Hiroshima,” tambahnya.

Menurut Fachry, aksi mengheningkan cipta ini sangat penting dan menyentuh perasaan anak-anak kontingen Indonesia. “Mungkin kita belum lahir ketika Hiroshima dibom. Mungkin sebelum ke Jepang ini, kita tak bisa membayangkan bagiamana dampak dari bom atom itu, tapi setelah kita ke sini, datang langsung ke museumnya, semua itu tampak nyata, dahyat dan mengerikan,” tambahnya.

Wakil Pimpinan Kontingen Indonesia, Mardani Zuhri, menambahkan bahwa isu perdamaian merupakan tema terpenting dalam event Jambore Dunia kali ini. “Ini momentum yang pas ketika dunia yang kita tinggali saat ini masih terdapat banyak peperangan dan konflik yang memakan banyak korban manusia. Pramuka Indonesia insya Allah bisa menjadi pelopor perdamaian dunia,” tandasnya.

Selain berlokasi di Jepang yang notabene-nya sedang memperingati 70 tahun Bom Atom Hiroshima, tema Jambore Dunia ke-23 ini juga mengajak ke arah perdamaian , yakni spirit of unity.

Sementra itu, Tadashi Fukuda, pimpinan Pramuka Hiroshima dalam pernyataan resminya tentang program kunjungan peserta Jambore menegaskan hal itu. “ Inilah kesempatan kita untuk benar-benar memikirikan arti penting perdamaian bagi dunia,” tandasnya. (mas/jpnn)


PADA 70 tahun yang lalu, sebuah bom atom dijatuhkan di kota Hiroshima menjelang berakhirnya Perang Dunia II. Bom itu dijatuhkan dari pesawat


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News