Prancis Siaga Maksimal Setelah 137 Orang Dibantai Teroris di Rusia

Prancis Siaga Maksimal Setelah 137 Orang Dibantai Teroris di Rusia
Ambulans, personel medis dan keamanan tiba di tempat konser di Balai Kota Crocus dekat Moskow, Rusia setelah adanya laporan insiden penembakan pada 22 Maret 2024. (ANTARA/Anadolu)

jpnn.com, PARIS - Prancis meningkatkan kewaspadaan terhadap terorisme hingga ke level tertinggi pada Minggu menyusul serangan teroris yang menewaskan sedikitnya 137 orang di sebuah aula konser Moskow.

"Menyusul serangan di Moskow, (pertemuan) Dewan Keamanan Nasional dan Pertahanan diselenggarakan malam ini di Istana Elysee oleh Presiden Republik (Emmanuel Macron)," kata Perdana Menteri Gabriel Attal dalam sebuah pernyataan di platform X.

Karena kelompok teroris Daesh/ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu “dan ancaman yang mengkhawatirkan negara kami, kami memutuskan untuk meningkatkan level Vigipirate ke tingkat tertinggi: serangan darurat,” katanya.

Vigipirate adalah nama sistem peringatan keamanan nasional Prancis.

Korban jiwa akibat peristiwa yang terjadi pada Jumat lalu itu bertambah menjadi 137, menurut otoritas penyelidikan federal Rusia.

Komite Investigasi Rusia menyatakan bahwa 137 jasad ditemukan di lokasi kejadian, tiga di antaranya adalah anak-anak.

“Penyelidikan di tempat kejadian terus berlanjut. Hingga saat ini, 62 jasad telah teridentifikasi. Untuk korban lainnya, tes genetika sedang dilakukan untuk mengetahui identitas mereka,” tulis pernyataan tersebut.

Disebutkan pula bahwa lebih dari 500 butir peluru, 28 magasin, dan dua senjata serang Kalashnikov ditemukan di lokasi kejadian.

Prancis tingkatkan kewaspadaan terorisme hingga ke level tertinggi menyusul serangan teroris yang menewaskan sedikitnya 137 orang di sebuah aula konser Moskow

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News