JPNN.com

Presiden Jokowi Dilaporkan ke Bareskrim, Bang Emrus Bereaksi Begini

Sabtu, 27 Februari 2021 – 22:09 WIB
Presiden Jokowi Dilaporkan ke Bareskrim, Bang Emrus Bereaksi Begini - JPNN.com
Emrus Sihombing. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menilai pelaporan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Bareskrim Polri terkait kerumunan massa yang terjadi saat kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan tindakan berlebihan.

“Melaporkan Presiden ke Bareskrim Polri terkait kerumunan massa saat kunjungan kerja ke suatu daerah baru-baru ini, menurut saya berlebihan,” kata Emrus, Sabtu (27/2).

Emrus menilai tampaknya mereka yang melaporkan Jokowi belum melihat secara jeli simbol non-verbal dari presiden yang mengandung makna mendalam. “Sehingga sangat tidak tepat jika ada yang melaporkan,” tegasnya.

Karena itu, ia menjelaskan dari aspek komunikasi laporan ini sangat lemah dari sudut makna yang terkandung dari simbol non-verbal yang disampaikan oleh presiden. “Wajar pihak kepolisian, menurut hemat saya, menolaknya,” katanya.

Emrus mengaku setelah mengikuti dan menyimak peristiwa berkumpulnya sekelompok masyarakat lewat berbagai sumber dari sejumlah media, kejadian tersebut sama sekali bukan sepengetahuan dan keinginan presiden. Menurutnya, hal itu jelas tergambar dari perilaku komunikasi non-verbal presiden.

“Dengan memakai masker, Presiden Jokowi terlihat menggerak-gerakkan tangannya ke arah maskernya, sebagai simbol komunikasi non-verbal yang dapat dimaknai dan bertujuan mengingatkan sekelompok masyarakat yang ada di lokasi agar tetap menggunakan masker,” paparnya.

Ia menambahkan dari simbol non-verbal tersebut, sangat jelas bahwa Presiden Jokowi memberi teladan kepada masyarakat agar tetap dan taat menggunakan protokol kesehatan dalam rangka menghindari penyebaran Covid-19.

“Uraian dari perspektif komunikasi di atas, sejatinya serta merta disampaikan oleh Tim Komunikasi Presiden (para jubir) untuk memberi pencerahan kepada publik. Sayangnya hal tersebut belum dilakukan hingga saat ini,” katanya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...