Presiden Jokowi Melepasliarkan 500 Burung di Bogor

Presiden Jokowi Melepasliarkan 500 Burung di Bogor
Presiden Joko Widodo dan Menteri LHK Siti Nurbaya di Festival dan Pameran Burung Berkicau Tingkat Nasional. Foto: KLHK

jpnn.com, BOGOR - Presiden Joko Widodo melepasliarkan 500 ekor burung di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/3). Kegiatan ini adalah bagian dari Festival dan Pameran Burung Berkicau Tingkat Nasional Piala Presiden Jokowi, yang diikuti Komunitas Burung se-Indonesia.

"Ini sebuah kekayaan besar yang diberikan Allah. Oleh sebab itu saya sangat menghargai tadi banyaknya penangkaran burung di daerah sekarang ini. Contoh penangkaraan jalak Bali dulu akan punah, sekarang setelah ditangkarkan jumlahnya jadi banyak sekali," ujar presiden.

Indonesia memiliki keanekaragaman burung yang sangat tinggi di dunia. Ada sekitar 1.660-an spesies burung, dan tercatat lebih dari 372 jenis burung endemik, yaitu jenis burung yang tidak dapat ditemukan di negara lain di dunia.

Festival dan Pameran Burung Berkicau Tingkat Nasional Piala Presiden Jokowi ini sendiri diikuti sekitar 4.000 jenis burung dari sekitar 700 orang pemilik. Presiden Jokowi juga menyertakan burung peliharaannya dalam kontes tersebut. Ada 18 jenis burung yang dilombakan yaitu Murai Batu, Cucak Rawa, Madu, Pengantin (Kolibri Ninja), ciblek dan lain-lain.

Presiden Jokowi Melepasliarkan 500 Burung di Bogor

Menurut Pak Jokowi, kegiatan ini sangat positif untuk memberi ruang bagi penggemar burung, dan tetap dilakukan berbagai aksi melepasliarkan burung ke alam.

"Penangkaran seperti ini yang saya kira selain memberikan ruang bagi penggemar burung juga bisa menjaga spesies itu dari kepunahan," tegas Jokowi.

Terpenting, kata dia, dari sisi perizinan harus berasal dari program penangkaran. "Saya kira izin mulai akan dirapikan supaya lebih jelas," imbuh Jokowi.

Indonesia memiliki keanekaragaman burung yang sangat tinggi di dunia. Ada sekitar 1.660-an spesies burung, dan tercatat lebih dari 372 jenis burung endemik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News