Pria Turki Bantai Penumpang Trem di Utrecht, Politikus Anti-Islam Belanda Angkat Bicara

Pria Turki Bantai Penumpang Trem di Utrecht, Politikus Anti-Islam Belanda Angkat Bicara
Politikus Belanda yang terkenal memiliki pandangan anti-Islam Geert wilders ikut mengomentari penembakan massal di Utrecht. Foto: Reuters

jpnn.com, UTRECHT - Penyelidikan kasus penembakan penumpang trem di Stasiun 24 Oktoberplein, Utrecht, masih penuh liku. Selasa sore (19/3) polisi menangkap tersangka baru yang diduga membantu Gokmen Tanis dalam aksinya yang menewaskan tiga orang dan tujuh luka-luka.

Menurut Associated Press, unit kepolisian berhasil menangkap pria berumur 40 tahun di Utrecht. Sedangkan dua tersangka yang sebelumnya ditangkap kini sudah dilepas. Mereka disimpulkan tak punya hubungan dengan aksi penembakan Gokmen Tanis.

"Tersangka baru diduga terlibat dalam penyerangan. Perannya masih kami selidiki," jelas Jubir Kejaksaan Belanda Ties Kortmann.

BACA JUGA: Pelaku Penembakan di Utrecht Pemerkosa dan Jarang ke Masjid

Sementara itu, politikus Belanda Geert Wilders meminta Menteri Kehakiman Ferd Grapperhaus mengundurkan diri. Menurut dia, Grapperhaus punya peran karena lembaganya membebaskan Tanis. Padahal, pria keturunan Turki itu punya rekam jejak kriminal yang panjang dan sedang menjalani proses peradilan.

"Anda punya tanggung jawab politik dalam kasus ini. Silakan mengundurkan diri dan keluar dari sini," ujar politikus yang terkenal memiliki pandangan anti-Islam.

Tanis digugat sebagai pemerkosa pada 2017 dan pernah dipenjara sebulan. Tahun ini dia pun pernah ditahan karena menolak bekerja sama dengan penyelidikan untuk kasus pemerkosaan tersebut. Pada Maret 2018 dia juga tertangkap lantaran mencuri, tapi belum dipenjara karena mengajukan banding. (bil/c10/sof)


Geert Wilders, politikus anti-Islam Belanda angkat bicara mengenai penembakan massal di Utrceht yang dilakukan seorang pria Turki dan rekannya


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News