PRIMA: Indonesia Harus Lebih Keras Suarakan Ketidakadilan Dunia

PRIMA: Indonesia Harus Lebih Keras Suarakan Ketidakadilan Dunia
Wakil Ketua Umum Bidang Kebudayaan Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) AJ Susmana. Foto: Dok. PRIMA

“Pertemuan akan mengeksplorasi kemungkinan normal baru, yaitu transisi menuju kebijakan pembangunan yang lebih berorientasi pada keadilan sosial-ekologis berdasarkan keragaman sumber daya budaya,” kata Hilmar.

Hilmar menyebut ada lima isu utama dalam pertemuan kebudayaan G2. Pertama, mengenai peran budaya sebagai pendorong kehidupan berkelanjutan. Kedua, tentang dampak ekonomi, lingkungan dan sosial dari kebijakan berbasis budaya.

Ketiga, tentang cultural commoning (pengelolan bersama atas sumber daya budaya) yang mempromosikan gaya hidup berkelanjutan di tingkat lokal.

Keempat, akses yang berkeadilan untuk peluang ekonomi budaya. Kelima, mobilisasi sumber daya internasional yang untuk mengarusutamakan pemulihan berkelanjutan dengan menginisiasi suatu mekanisme pendanaan untuk pemulihan seni dan budaya yang sangat terpukul selama pandemi.

Hilmar menjelaskan dalam mempromosikan gaya hidup baru ini, budaya memainkan peran penting.

“Berbagai pengetahuan, institusi, ekspresi budaya, dan praktik yang kita warisi telah melewati ujian waktu sehingga terus dibawa ke zaman modern. Jika berbagai sumber budaya ini dikonsolidasikan, kita akan memiliki sarana untuk menciptakan gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Inilah jalan kebudayaan yang ditawarkan Presidensi Indonesia di G20,” tegas Hilmar.

Tema pokok G20 sendiri kali ini di bawah Presidensi Indonesia adalah "Recover Together, Recover Stronger" Pulih bersama, Pulih lebih kuat.

Melalui tema tersebut, Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.(fri/jpnn) 

Waketum Bidang Kebudayaan PRIMA AJ Susmana mengatakan Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun 2022 harus lebih keras menyuarakan ketidakadilan dunia.


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News