Problem Minoritas di Indonesia Tak Hanya Berhenti di Etnis Tionghoa

Problem Minoritas di Indonesia Tak Hanya Berhenti di Etnis Tionghoa
Problem Minoritas di Indonesia Tak Hanya Berhenti di Etnis Tionghoa

Komang awalnya mengaku bingung diolok-olok dengan sebutan kasar itu.

"Karena saya tahunya saya Bali, pribumi, cuma kulitnya kuning."

"Tapi sejak itu jadi ngobrol dengan teman keturunan Tionghoa lainnya, terus baru tahu kalau ada nama Cina dan mesti urus SBKRI segala."

Ia-pun lantas menginterogasi sang ibu, mempertanyakan asal-usulnya.

"Saya tanya ibu, 'jadi aku ini apa, pribumi atau keturunan? kalau ditanya di sekolah atau urus-urus surat aku mesti jawab apa?'," ceritanya kepada ABC.

Kejadian itu nyata berimbas besar terhadap kepercayaan diri Komang. Ia menuturkan dirinya mengalami krisis identitas.

"Sejak kejadian itu, saya main sepeda dari jam 2 sampe Maghrib supaya kulit jadi hitam biar enggak dikatain Cina lagi."

"Saya bingung mengindentifikasi diri saya itu sebagai apa."

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News