Probosutedjo dan Bisnis Otomotif Indonesia Lewat Chevrolet

Probosutedjo dan Bisnis Otomotif Indonesia Lewat Chevrolet
Papan pengumuman tentang meninggalnya Probosutedjo dan fotonya di rumah almarhum, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/3). Foto: Elfany Kurniawan

jpnn.com, JAKARTA - Salah satu pengusaha sukses Indonesia, Probosutedjo telah menghembuskan nafas terakhir pada Senin (26/3), di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Dalam perjalanan bisnis Probosutedjo, ternyata pria yang merupakan adik kandung dari mantan Presiden RI Soeharto, pernah menjadi pemilik saham terbesar perusahaan PT Garmak Motor Ltd, yang menjadi cikal bakal perusahaan General Motor Indonesia.

Seperti diketahui, produsen mobil pertama yang membuka cabang di Indonesia adalah General Motors pada tahun 1929.

Permintaan yang tinggi terhadap merek Chevrolet di Netherlands East Indies (Indonesia) mendorong General Motors membuat pabrik pertama di Tanjung Priok pada 1938, sekaligus pabrik mobil pertama di Indonesia.

Dalam perjalanannya, operasional GM dihentikan pada 1942 namun masih memiliki cabang di Batavia yang kemudian menjadi cabang Djakarta. Tapi kemudian juga dihentikan pada 1956.

Awal baru pun dimulai, Probosutedjo pada 1970 mencoba peruntungan di bisnis otomotif tanah air.

PT Garmak Motor Indonesia Ltd pun didirikan pada 1976, sebagai agen pemegang merek (APM) dan perakitan Chevrolet, yang kemudian menjadi pintu kehadiran kembali General Motors Corp (GMC) di Indonesia.

Melihat penjualan merek Chevrolet terus moncer, akhirnya GMC membeli saham PT Garmak Motor Ltd sebesar 60% dan kemudian mendirikan PT General Motors Buana Indonesia bersama Garmak Motor Ltd.

Probosutedjo ternyata memiliki jejak rekam di bisnis otomotif lewat pendirian unit penjualan dan perakitan mobil Chevrolet di Indonesia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News