Prodi Gagal Terancam Ditutup

Prodi Gagal Terancam Ditutup
Fasli Djalal. Foto: Agus Srimudin/JPNN.
Fasli memberi contoh, misalnya Universitas Indonesia (UI), atau juga Universitas Sriwijaya (Unsri) mengampu sejumlah program studi di Universitas PGRI atau Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP). "Misalnya, UI mengampu program apa yang belum terakreditasi di Universitas Moestopo atau Mercubuana. Nanti, setelah sekian lama pengampuan diselenggarakan, akan kami lakukan evaluasi. Kalau memang akreditasinya sudah baik, harus dikembalikan akreditasi itu kepada perguruan tinggi asal. Tetapi kalau tetap belum terakreditasi setelah dua tahun, maka program itu akan ditutup," papar Fasli.

Beberapa protes mahasiswa yang belakangan mencuat soal akreditasi ini, antara lain adalah unjuk rasa yang dilakukan sejumlah aktivis mahasiswa Universitas Madura (Unira) di halaman kampus mereka pada 7 Januari 2010. Aksi yang berakhir ricuh itu menuntut kejelasan status akreditasi beberapa Prodi di Unira, seperti di Jurusan Akuntansi dan Teknik Informatika (TI). Protes serupa juga terjadi di kampus UMP pada 8 Oktober 2009 lalu, saat sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum UMP melakukan mogok belajar memprotes penurunan akreditasi di sebanyak 10 Prodi.

Pada 4 Januari, protes keras juga terjadi di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang. Lima mahasiswa UPH menuntut pihak kampus hingga ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan angkatan 2007 itu meminta kejelasan izin Jurusan Kependidikan Khusus Teachers College yang mulai dibuka 2006 lalu. Menurut mahasiswa, berdasar hasil pengecekan ke Dirjen Dikti, jurusan yang memiliki tiga gelar sekaligus - SPd, Bachelor of Art dan Bachelor of Education - dari Australia tersebut, ternyata belum memiliki izin. Namun pihak kampus justru membantahnya. (gus/jpnn)

JAKARTA - Menjawab protes mahasiswa akhir-akhir ini yang menyoal sejumlah program studi (Prodi) yang belum terakreditasi di beberapa perguruan tinggi,


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News