Prodi Gagal Terancam Ditutup

Prodi Gagal Terancam Ditutup
Fasli Djalal. Foto: Agus Srimudin/JPNN.
JAKARTA - Menjawab protes mahasiswa akhir-akhir ini yang menyoal sejumlah program studi (Prodi) yang belum terakreditasi di beberapa perguruan tinggi, pemerintah berjanji tidak akan mengorbankan mahasiswa. Hingga 2012, semua Prodi yang belum terakreditasi akan dirangkul dengan program pengampuan. Bila tetap gagal, Prodi itu akan ditutup.

"Sebetulnya semua program studi yang belum ada akreditasi, kita upayakan sudah diprogramkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Makanya, kita makin memperketat prosesnya, sehingga paling lambat pada 2012 tidak boleh lagi ada program studi yang mengeluarkan ijazah tanpa akreditasi," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Prof Fasli Djalal, kepada JPNN di Jakarta, Jumat (8/1).

Fasli pun mengultimatum perguruan tinggi yang memaksakan menerbitkan ijazah namun program studinya belum terakreditasi atau sedang dicabut status akreditasinya. "Jadi, sekarang tidak bisa main-main lagi. Kita beri waktu dua tahun untuk membenahi akreditasi ini. Sejak sekarang hingga 2012 nanti, kita minta perguruan tinggi bekerja keras agar program yang belum terakreditasi, bisa diakreditasi. Kita akan selidiki kenapa belum terakreditasi," beber mantan Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas itu.

Bila program yang belum terakreditasi ternyata banyak diminati mahasiswa, pemerintah akan membantu proses akreditasinya. "Kalau program studi itu potensial, maka kita akan carikan pengampuan. Maksudnya, perguruan tinggi yang kuat menjadi pengampu bagi perguruan tinggi yang lemah. Jadi, pengakuannya dan proses pembelajarannya diselenggarakan oleh pengampu, termasuk ijazahnya berasal dari perguruan tinggi pengampu,”" papar guru besar dari Universitas Andalas tersebut.

JAKARTA - Menjawab protes mahasiswa akhir-akhir ini yang menyoal sejumlah program studi (Prodi) yang belum terakreditasi di beberapa perguruan tinggi,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News