Produser film Kadet 1947 Bikin Spouse Program G20 Unik dan Berbeda

Produser film Kadet 1947 Bikin Spouse Program G20 Unik dan Berbeda
Produser film Kadet 1947 Bikin Spouse Program G20 Unik dan Berbeda. Foto: dok. pribadi

Celerina menggabungkan 3 film pendek dengan stage performance penceritaan budaya makanan sebagai penampil awal setiap menu yang akan keluar. 

Film pendek yang ditampilkan menceritakan hikayat Gulu & Bhituka. Gulu adalah anak burung elang laut yang mencari keberanian untuk terbang, sedangkan Gulu memiliki arti G dua puluh.

Gulu tampil di film dalam bentuk wayang, kemudian berubah menjadi sosok nyata anak elang di panggung melalui akting aktor cilik Gamaliel Eleaza.

Sementara itu, Bhituka (Bhineka Tunggal Ika) adalah burung garuda yang berjiwa penolong dan membantu Gulu menemukan keberaniannya.

Menu gastronomy yang dihidangkan mulai dari starter, main course (tapas berisi berbagai jenis makanan), hingga dessert dan minuman. Setiap  menu mewakili ekosistem Indonesia, yaitu rainforest, pesisir laut, lahan gambut, dan lahan kering.

Para pendamping kepala negara cukup terkesima dengan cara penyajian makan siang tersebut. Mereka juga merasa ikut  berpetualang bersama Gulu, melakukan perjalanan menyusuri tempat-tempat pangan Indonesia sebelum akhirnya para tamu menyantap bahan-bahan tersebut dalam sebuah nampan besar.

“Saya memosisikan makanan dan Gulu sebagai aktor utama dari Food Theater. Rangkaian acara ini sama sekali tidak menghadirkan artis terkenal," kata Celerina dalam keterangan tertulis, Minggu (19/11).

Dia memilih Helianti Hilman sebagai food culture consultant, Chef Wayan Kresna Yasa, Chef Petty Elliot dan Chef Amaury Belkhantar yang bersinergi membuat menu berdasarkan kisah ketahanan pangan. "Jadi, semuanya saling melengkapi," imbuhnyz.

Produser film Kadet 1947, Celerina Judisari membuat acara Spouse Program G20 jadi berbeda.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News