Prof Jimly Asshiddiqie: yang Benar Saja, Urusan Nyawa Ini!

Prof Jimly Asshiddiqie: yang Benar Saja, Urusan Nyawa Ini!
Prof Jimly Asshiddiqie. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPD RI Prof Jimly Asshiddiqie menyayangkan polemik terkait kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan diterapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Yang disoroti mantan ketua pertama Mahkamah Konstitusi (MK) ini adalah ketidakkompakan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

Pasalnya, kebijakan Anies itu langsung dihantam oleh menteri di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Anies mengatakan alasannya kembali berlakukan PSBB ketat salah satunya karena melonjaknya jumlah kasus Covid-19 di Jakarta. Selain itu, jumlah tempat tidur khusus pasien Covid-19 diperkirakan akan penuh apabila kasus kian melonjak.

Namun alasan itu dipatahkan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Dia menegaskan bahwa tidak ada kapasitas kesehatan yang terbatas karena pemerintah mempunyai dana yang cukup, dan pemerintah akan terus menambah kapasitas bed sesuai kebutuhan.

Airlangga menuding pengumuman PSBB ketat oleh Anies menjadi penyebab rontoknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di atas 5 persen pada hari itu.

Persoalan inilah yang disoroti Prof Jimly. Awalnya dia menuliskan kritiknya melalui akunnya di Twitter pada Kamis (10/9).

"Kenapa tidak adakan dulu konsultasi & koordinasi sebelum buat keputusan & pengumuman tentang PSBB dan sebagainya. Pemda & Pempus jangan terus-terusan berbeda dalam penanganan Covid-19. Bikin malu & malah bahayakan keselamatan warga. Inisiatif bisa dari pemda/pempus. Yang penting saling kontak. Jangan main politik terus," tulis @JimlyAs.

Pemerintah pusat dan daerah tolong hentikan manuver politik dalam menangani pandemi Covid-19.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News