Profesor asal Korea Puji Kepemimpinan Bu Mega di Bidang Politik dan Pemerintahan

Profesor asal Korea Puji Kepemimpinan Bu Mega di Bidang Politik dan Pemerintahan
Universitas Pertahanan (Unhan) RI memberikan gelar profesor kehormatan kepada Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Foto: dok Unhan

"Beliau memiliki kharisma yang unik dan kompetensi yang tinggi. Tidak hanya di bidang politik, tetapi juga di bidang ekonomi dalam memimpin Indonesia mengatasi berbagai krisis yang sangat kompleks di tahun-tahun pasca Reformasi dan membangun kepercayaan internasional kepada pemerintah Indonesia," urai Kepala Pusat Budaya Indonesia Korea itu.

Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto, Guru Besar di bidang Sosiologi Organisasi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Indonesia (UI), mengatakan Megawati memiliki karakter dan wibawa yang kuat sebagai pemimpin negeri.

Pada masa kepemimpinan Megawati, Indonesia sedang menghadapi masa yang sangat sulit, yakni krisis multidimensi.

Saat itu, tanpa harus mengabaikan pentingnya masalah-masalah lain yang sama mendesaknya, dalam jangka pendek Megawati meletakkan prioritas pada tiga program utama.

Yakni pemulihan ekonomi; normalisasi kehidupan politik; dan penegakan hukum, keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saya melihat kecermatan Presiden Megawati Soekarnoputri dalam memahami karakteristik krisis nasional saat itu,” kata Sudarsono.

 Megawati membawa Indonesia melangkah melewatinya. Baik lewat mencairkan kebekuan kerja sama dengan IMF, memecahkan kebuntuan penyelesaian proyek penting sektor energi, hingga mendorong peran investor domestik maupun internasional.

Itu hanya salah satu contoh. Sudarsono bisa membeberkan semuanya. Namun, intinya, dia mengamati bagaimana Presiden Megawati Soekarnoputri memiliki kepemimpinan visioner.

Prof. Dr. Koh Young Hun, dari Hankook University of Foreign Studies, Seoul, Korea Selatan telah mempelajari peran penting Megawati sebagai Wakil Presiden tahun 1999-2001 dan Presiden tahun 2001-2004.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News