Profesor Jepang: Kepemimpinan Megawati Mewarisi Gaya Soekarno yang Simpati pada Rakyat Jelata

Sangat Pantas Diberi Gelar Profesor

Rabu, 09 Juni 2021 – 15:43 WIB
Profesor Jepang: Kepemimpinan Megawati Mewarisi Gaya Soekarno yang Simpati pada Rakyat Jelata - JPNN.com
Presiden ke 5 RI Megawati Soekarnoputri saat menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatra Barat, pada 27 September 2017. Foto: Istimewa.

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah profesor mendukung rencana Universitas Pertahanan (Unhan) memberikan gelar profesor (guru besar tidak tetap) kepada Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri.

Para profesor ini bahkan termasuk yang memberikan rekomendasi agar gelar tersebut diberikan kepada putri Proklamator Kemerdekaan RI Bung Karno itu.

Profesor Mizuno Kosuke, yang merupakan emeritus of development studies di Kyoto University Japan, merekomendasikan Megawati diberi gelar guru besar dalam kepemimpinan strategis.

"Karena dia telah diakui sebagai pemimpin politik nasional yang sukses untuk demokratisasi di Indonesia, dan juga pembangunan kelembagaan di tingkat pemerintahan," ungkap Mizuno dalam keterangan pers yang diterima, Rabu (9/6).

Menurut pria yang menjadi profesor tamu di Universitas Indonesia dan beberapa kampus terbaik dunia lainnya itu, Megawati adalah wakil presiden wanita pertama RI. Megawati juga tercatat menjadi presiden wanita pertama di Indonesia.

Selain itu, Megawati juga memimpin partai politik sejak PDI di tahun 1993, hingga PDI Perjuangan saat ini. Peran penting Megawati juga menonjol sebagai pemimpin regional dalam membawa negara dan pemerintahan Indonesia ke tingkat pencapaian kepemimpinan. Tidak hanya di tingkat regional tetapi juga global.

"Dari perspektif ilmu politik, saya percaya pemerintahan dan kepemimpinannya sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan adalah implementasi nyata dari kepemimpinan politik," tukas Mizuno.

Yang istimewa, dia menegaskan, Megawati melalui semuanya dengan baik walau benar-benar ditentang oleh rezim otoriter Soeharto. Sempat diserang dengan pengerahan kekuatan polisi dan tentara di peristiwa 27 Juli 1996, Megawati terbukti tetap menjadi ketua dan melindungi partai dengan segala cara.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...