Program Bantuan Mencari Kerja Untuk Migran di Tasmania Membantu 70 Persen Pesertanya Mendapat Pekerjaan
Masalah bahasa dan budaya
Gesanit mengatakan sebelum mengikuti program ASSET, ia sudah mencoba mencari kerja di mana-mana.
Namun tidak memiliki pengalaman kerja di Australia sebelumnya menjadi penghalang besar.
Dia mengatakan mencari kerja di saat pandemi sangatlah susah, meski dia sudah memiliki sertifikat untuk bekerja di dapur dan melamar belasan pekerjaan.
"Selama COVID memang bisnis agak lesu, sehingga saya tidak memiliki kesempatan untuk kerja, jadi keadaan memang sulit," katanya.
Menurut Data dari Komisi Nasional Pekerja Terampil Australia, kesulitan mencari kerja saat pandemi COVID-19 lebih dirasakan oleh mereka yang baru tiba di Australia atau berasal dari negara yang bahasa nasionalnya bukan bahasa Inggris.
"Masalah umumnya adalah bahasa, pendidikan, ketrampilan dan tidak diakuinya ijazah dari negara asal," kata Elia.
"Kurangnya pengalaman kerja di Australia, juga menulis surat lamaran online dan mengirimkan daftar riwayat kerja, serta menjawab pertanyaan untuk kriteria persyaratan kadang juga membuat susah."
Gesanit mengatakan dia sudah tidak sabar lagi untuk bisa bekerja
Kamali dan Gesanit pindah ke Tasmania dua tahun lalu dan sempat kesulitan cari kerja
- Dunia Hari Ini: Israel Berlakukan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Sepakat untuk Membangun Kembali Ukraina
- Dunia Hari Ini: Pakistan Tuding India Rencanakan Serangan Militer ke Negaranya
- Dunia Hari Ini: PM Terpilih Kanada Minta Waspadai Ancaman AS
- Dunia Hari Ini: Sebuah Mobil Tabrak Festival di Kanada, 11 Orang Tewas
- Menteri Karding Siapkan Strategi soal Lonjakan Pekerja Migran Ilegal ke Myanmar-Kamboja