Program Transformasi Digital Pendidikan dan Tantangan Pemerintah di Daerah 3T

Oleh: Azry Almi Kaloko

Program Transformasi Digital Pendidikan dan Tantangan Pemerintah di Daerah 3T
Mahasiswa Hubungan Internasional UIN Jakarta Azry Almi Kaloko. Foto: Dokpri

Tidak hanya persoalan teknologi digital, guru sebagai pengajar juga harus benar-benar mampu memberikan pelajaran dan menerapkan sistem digital learning dengan baik. Apalagi jika digital learning benar-benar diterapkan, maka guru tidak lagi menjadi sumber utama dari proses belajar mengajar, tetapi guru berubah menjadi fasilitator belajar.

Dengan keterbatasan sarana dan prasana serta akses teknologi digital termasuk internet, menjadi tanggungjawab serta tugas pemerintah untuk terus melakukan pembangunan di seluruh Indonesia.

Melalui taklimat media awal tahun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang Capaian 2020 dan Sasaran 2021 telah dilaporkan bahwa program transformasi digital dan bantuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah dibangun sekolah garis depan daerah 3T berbasis TIK sebanyak 250 sekolah yang sesuai seperti sasaran yang telah ditentukan sebelumnya.

Tidak hanya itu, bahan belajar dan model media pendidikan digital juga telah dibuat berbentuk konten dengan total 3784 konten yang target awalnya adalah 1772 konten. Ini adalah bentuk keseriusan Kemendikbud dalam memajukan pendidikan di seluruh Indonesia khususnya di daerah 3T.

Dengan berkembangnya zaman yang semakin tak terhindarkan dari teknologi digital, diharapkan mampu menjadi dorongan bagi pemerintah agar terus memperhatikan dan mengembangkan pendidikan berbasis digital khususnya di daerah 3T.

Dengan segala keterbatasan sarana dan prasana termasuk akses internet di daerah 3T, aplikasi belajar offline dapat digunakan sebagai peluang, seperti aplikasi matematika Geogebra, SPSS, Maple, Microsoft Mathematic, dan banyak lainnya, untuk aplikasi bahasa khususnya bahasa inggris, ada banyak sekali aplikasi offline yang dapat diunduh.

Begitu juga dengan aplikasi audio visual offline, di youtube saja sudah banyak akun belajar yang membolehkan untuk ditonton secara offline. Aplikasi seperti Ruang Guru dan Zenius yang fokus terhadap metode belajar digital juga dapat digunakan karena mendukung pembelajaran yang diberikan secara online dan offline.

Pendidikan adalah kebutuhan mendasar bagi kehidupan. Visi misi negara dalam SISDIKNAS menginginkan terwujudnya sistem pendidikan nasional sebagai pranata pranata sosial yang kuat untuk mampu memberdayakan seluruh warga negara Indonesia menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

Saat ini revolusi industri 4.0 yang sebentar lagi digeser oleh 5.0 telah membuat seluruh aktivitas manusia tidak bisa terlepas dari teknologi, termasuk aktivitas pendidikan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News