Minggu, 17 Februari 2019 – 10:51 WIB

Progres Pembangunan Terminal Bandara Internasional Yogyakarta Sudah 53 Persen

Senin, 11 Februari 2019 – 15:31 WIB
Progres Pembangunan Terminal Bandara Internasional Yogyakarta Sudah 53 Persen - JPNN.COM

jpnn.com, KULONPROGO - Progres pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA) di Kabupaten Kulon Progo, untuk operasional terminal telah mencapai 53 persen hingga minggu ke-30 pelaksanaan pekerjaan atau 6 Februari 2019.

Saat pengoperasian terminal internasional pada April 2019 nanti, fasilitas sisi udara (airside) yang meliputi landas pacu, rapid taxiway 1, holding bay 1, paralel taxiway, exit taxiway, dan apron ditargetkan rampung 100 persen.

Sedangkan fasilitas sisi darat (landside) seperti gedung terminal seluas 12 ribu meter persegi, gedung penunjang (seperti gedung PKP-PK, kargo dan EMPU, asjid, Main Power House (MPH), gedung administrasi) juga tuntas 100 persen.

“Kami optimistis bisa menyelesaikan proyek pembangunan salah satu bandara terbesar di Indonesia ini sesuai jadwal yang telah tetapkan. Pada minggu kedua Maret nanti ditargetkan proses verifikasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Kementerian Perhubungan RI dapat dilakukan," ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Saat pengoperasian terminal internasional, progres pembangunan NYIA secara keseluruhan telah mencapai 50 persen, dengan terminal seluas 12 ribu meter persegi, runway sepanjang 3.250 x 45 meter, 4 unit garbarata, serta area parkir yang mampu menampung hingga 500 kendaraan.

Desember 2019 ditargetkan pembangunan NYIA akan selesai 100 persen untuk pembangunan fase 1.

NYIA akan punya terminal seluas 210 ribu meter persegi berkapasitas 14 juta penumpang per tahun, sembilan kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto.

“Kehadiran NYIA diharapkan akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta serta memiliki multiplier effect yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan logistik di Yogyakarta dan sekitarnya,” tandas Faik.(chi/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar