JPNN.com

Prosesi Labuhan Merapi Dimulai dari Petilasan Mbah Marijan

Selasa, 09 April 2019 – 14:26 WIB Prosesi Labuhan Merapi Dimulai dari Petilasan Mbah Marijan - JPNN.com

jpnn.com - Prosesi Labuhan Merapi digelar untuk memperingati jumenengan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Maknanya sebagai wujud syukur kepada Tuhan. Labuhan Merapi digelar sehari setelah Labuhan Parangkusumo di pantai selatan. Untuk melarung guntingan kuku, rambut, dan pakaian bekas raja.

---

RITUAL labuhan alit Merapi, Minggu (7/4) dimulai di petilasan rumah Mbah Marijan. Bekas juru kunci Gunung Merapi terdahulu, yang tinggal di Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan. Iring-iringan abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat bergerak sejak pukul 06.17.

Bersama warga setempat dan beberapa wisatawan, rombongan abdi dalem berjalan mendaki Gunung Merapi menuju lokasi labuhan di Bangsal Sri Manganti. Para abdi dalem pria mengusung uba rampe labuhan berupa kain yang dinamai sinjang cangkring, sinjang kawung kemplang, semekan gadhung, semekan gadhung melati, semekan banguntulak, kampuh poleng ciut, dhestar daramuluk, dan paningset udaraga. Masing-masing satu lembar.

Masih ada lagi uba rampe berupa sela, ratus, lisah konyoh 1 wadah, yatra tindhih 1 amplop, dan ses wangen 10 biji. Tak ada pelana kuda dalam labuhan alit. Pelana kuda hanya ikut dilabuh dalam labuhan ageng.

Abdi dalem perempuan mengusung tenggok berisi nasi gurih dengan ayam ingkung dan aneka penganan.

Perjalanannya cukup melelahkan. Memakan waktu sekitar dua jam. Melewati jalur setapak di tepi jurang menganga.

Sesampai di Bangsal Sri Manganti seluruh uba rampe dikeluarkan dari dalam peti merah. Lalu diletakkan di atas lantai oleh seorang abdi dalem sembari menyebutkan nama-nama uba rampe. Lalu dimulailah prosesi labuhan.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...