Provinsi Padang

Oleh Dhimam Abror Djuraid

Provinsi Padang
Presiden Joko Widodo dan Fadli Zon dalam sebuah pertemuan konsultasi pimpinan lembaga tinggi negara pada 2015. Foto: dokumen JPNN.Com

Reaksi yang muncul pun sangat keras, sampai ada laporan ke polisi segala. Akan tetapi, ujung-ujungnya tidak ada proses hukum yang berlanjut.

Para politisi pun memakai kesempatan itu  untuk mencari panggung dan saling adu debat. Pada akhirnya kasus itu menguap dilupakan orang.

Sumatera Barat memang bukan tempat yang ramah untuk Jokowi dan PDIP. Dua kali adu kekuatan di pilpres, dua kali pula Jokowi kalah di provinsi itu.

Begitu pula PDIP. Sejak era reformasi, partai itu tidak pernah bisa menembus Sumbar.

Jokowi mengunjungi Sumbar berkali-kali. Dibanding provinsi lain, Sumbar termasuk yang paling sering dikunjungi Jokowi.

Tentu Jokowi mau bisa mengambil hati masyarakat Sumbar. Alih-alih dapat hati, Jokowi justru kembali bikin hati orang Sumbar bengkak karena ucapannya soal Provinsi Padang.

Kesalahan kecil yang sebenarnya manusiawi sering menjadi polemik karena masyarakat Sumbar cenderung sensitif. Beberapa waktu yang lalu pengamat terorisme Sidney Jones dalam penelitiannya mengaitkan Sumbar dengan kemungkinan pengembangan ideologi ekstrem. 

The Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) yang dipimpin Jones memperingatkan pemerintah Indonesia mewaspadai jaringan The Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang memiliki hubungan dengan jaringan teroris Afganistan di wilayah Sumbar.

Jangan-jangan usulan Fadli Zon yang membuat Jokowi bingung sehingga salah menyebut Provinsi Padang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News