Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diguyur PMN, Target Rampung 2022

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diguyur PMN, Target Rampung 2022
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung diguyur PMN. Foto: ilustrasi/Antara

Sesuai Perpres 93 Tahun 2021, KAI ditunjuk sebagai pimpinan konsorsium BUMN proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan menetapkan bahwa pemerintah dapat memberikan PMN kepada pimpinan konsorsium BUMN.

Dana PMN sebesar Rp 4,3 triliun akan digunakan untuk pemenuhan base equity konsorsium BUMN Indonesia.

Didiek menjelaskan base equity ini perlu dipenuhi agar dana dari CDB dapat dicairkan sehingga pembangunan proyek KCJB dapat tetap dapat dilakukan.

"Pemberian PMN tersebut juga akan memberikan multiplier effect baik bagi masyarakat, negara, dan KAI itu sendiri," ujarnya.

Didiek mengungkapkan PMN tersebut akan merealisasikan hadirnya transportasi massal yang lebih efisien dan modern.

"Menyerap lapangan pekerjaan, pengurangan emisi atau penggunaan BBM, dan penghematan waktu perjalanan," lanjut Didiek.

KAI menyampaikan hingga 16 Desember 2021 ini, proyek LRT Jabodebek telah mencapai 78,39 persen dan ditargetkan dapat beroperasi pada Agustus 2022.

Progress Kereta Cepat Jakarta-Bandung per 28 Desember 2021, telah mencapai 79,65 persen dan ditargetkan dapat beroperasi pada Desember 2022.

Pemerintah resmi mengguyur Kerta Cepat Jakarta-Bandung dengan penyertaan modal negara (PMN) dari APBN 2021.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News