JPNN.com

Prudential Indonesia Luncurkan Program Khusus Bagi Penderita Diabetes

Rabu, 18 Desember 2019 – 14:11 WIB Prudential Indonesia Luncurkan Program Khusus Bagi Penderita Diabetes - JPNN.com
Prudential Indonesia. Foto dok Prudential Indonesia

jpnn.com, JAKARTA - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menjawab keresahan penderita diabetes melitus dengan meluncurkan Program Khusus Diabetes, di mana penderita penyakit diabetes melitus tipe 2 kini memiliki kesempatan untuk mendapatkan perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan. 

“Prudential senantiasa mendengarkan dan memahami kebutuhan nasabah akan perlindungan jiwa dan kesehatan jangka panjang, termasuk bagi mereka yang telah didiagnosis menderita diabetes melitus. Bersamaan dengan peringatan HariDiabetes Sedunia pada 14 November lalu, kami meluncurkan inisiatif terbaru ini sebagai perwujudan komitmen kami dalam mengupayakan era perlindungan asuransi yang lebih inklusif," ujar dr. Dian Budiani, Chief Operations Officer Prudential Indonesia.

Diabetes melitus dianggap sebagai penyakit yang kerap mengundang datangnya penyakit lain. Ragam komplikasi yang dibawa penyakit diabetes inilah yang membuat penderitanya seringkali memiliki keterbatasan dalam mendapatkan perlindungan jiwa dan kesehatan.

Program Khusus Diabetes ini bertujuan untuk mengurangi jumlah penangguhan (postponed) dan penolakan (declined) pengajuan asuransi bagi nasabah yang memiliki risiko peningkatan gula darah, maupun sudah menderita diabetes melitus. 

Program ini juga menjadi langkah nyata perusahaan dalam memberikan manfaat perlindungan ke lebih banyak masyarakat Indonesia.

Program Khusus Diabetes ini ditawarkan melalui produk PRUlink Generasi Baru (PGB) dan PRUlink Syariah Generasi Baru (PSGB) dengan Asuransi Tambahan (Rider) Hospital and Surgical Cover Plus (HS Cover Plus) atau PRUPrime Heatlhcare Plus (PPH Plus). 

Saat pengajuan Polis, calon nasabah tetap harus melalui tahapan seleksi risiko (underwriting), seperti melampirkan informasi berapa lama menderita diabetes melitus, Body Mass Index (BMI) dan gaya hidup calon nasabah, pemeriksaan medis terkini, komplikasi dan penyakit penyerta lain yang dimiliki calon nasabah terutama yang berkaitan dengan riwayat diabetes melitusnya. 

Berdasarkan informasi tersebut, akan ditentukan apakah pengajuan nasabah dapat diterima atau tidak.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...