PSI Kritik Sumur Resapan Program Anies Baswedan, Harus Dievaluasi

PSI Kritik Sumur Resapan Program Anies Baswedan, Harus Dievaluasi
Proyek sumur resapan di trotoar, di Jalan Kolonel Sugiono, Jakarta Timur, Kamis (11/11). Ilustrasi Foto/dok: Dean Pahrevi/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana menanggapi banyaknya masalah yang merupakan dampak dari adanya sumur resapan.

Beberapa hari lalu, satu truk terperosok ke sumur resapan yang berada di ruas Jalan Batu Ceper Raya, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

"Sumur resapan fungsinya menangani banjir, tetapi itu pun belum maksimal. Kejadian mobil terperosok bukan kali ini saja. Harus dievaluasi sumur resapan yang dibangun asal-asalan,” ungkap William dalam keterangannya, Jumat (6/1).

Menurut William, mestinya pembuatan sumur resapan mengedepankan fungsi menyerap air dan didesain dengan kajian untuk menentukan titik mana saja yang potensial.

Namun, yang saat ini terjadi adalah pembangunan ratusan sumur dengan titik-titik yang dinilainya justru menjadi sumber bahaya bagi warga sekitar.

"Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Pak Heru harus bisa menentukan mana saja sumur yang berfungsi dan yang tidak. Kalau tidak berguna, bongkar saja,“ jelasnya.

Anggota DPRD DKI termuda itu menilai Pemprov Jakarta bisa mengalihkan anggaran sumur resapan yang masih tersedia ke progam penanganan banjir lainnya.

“Ke program yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung,” tambahnya.

Sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana menanggapi banyaknya masalah yang merupakan dampak dari adanya sumur resapan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News