Selasa, 19 Maret 2019 – 23:56 WIB

PSI Puji Kerukunan Pemuka Agama di Cirebon

Senin, 14 Januari 2019 – 05:56 WIB
PSI Puji Kerukunan Pemuka Agama di Cirebon - JPNN.COM

jpnn.com, CIREBON - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menilai sikap para pemuka agama di Cirebon patut ditiru di daerah lainnya. Menurut Grace, jalinan kekeluargaan yang erat di antara para pemuka agama di Cirebon sangat dibutuhkan ketika isu intoleransi sedang menguat seperti saat ini.

“Saya terus terang sangat senang sekali melihat keakraban jalinan kekeluargaan di antara pemuka agama di Cirebon. Meskipun memiliki perbedaan keyakinan, tetapi tetap hangat rasanya seperti keluarga,” kata Grace saat mengunjungi Pondok Pesantren An-Nashuha, Cirebon, Minggu (13/1).

Pimpinan Pondok Pesantren An-Nashuha KH M Usamah Manshur menjelaskan, hubungan emosional antartokoh dan seluruh umat beragama harus dibangun dalam rangka memelihara toleransi.

“Tokoh agama harus sepakat dulu tentang nilai-nilai toleransi. Jangan biarkan pihak ketiga jadi kompor yang memanaskan hubungan kita,” kata Usamah.

Usamah menekankan, pentingnya menjalin persaudaraan tidak hanya dengan sesama pemeluk agama, tetapi juga pemeluk keyakinan lainnya. “Tidak hanya ukhuwah islamiyah, namun sebagai penduduk bernegara kita juga harus menekankah ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah,” jelas Usamah.

Di sisi lain, Usamah juga mengapreasiasi PSI yang didirikan dari lintas agama dan golongan. Kerukunan yang ada di PSI, menurut dia, patut dijadikan contoh oleh yang lainnya.

“PSI ini terdiri dari kelompok lintas agama namun dapat mempertahankan kerukunan. Ini artinya jika PSI berhasil maka PSI juga berhasil secara politis memperkokoh nilai-nilai NKRI,” tutur Usamah.

Selain mengunjungi Ponpes An-Nashuha, PSI juga mengunjungi Ponpes Buntet Cirebon. Kunjungan ini merupakan rangkaian Solidarity Tour di Cirebon. PSI saat ini sedang menyelenggarakan Solidarity Tour Jawa Barat yang dilaksanakan pada 12-17 Januari 2019. (tan/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar